oleh



Pengendalian Harga Bahan Pokok di Bulan Ramadan, BI Sumbar Gelar Pasar Murah

PADANG (Metrans)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Barat bekerjasama dengan para distributor, UMKM, wirausaha binaan BI menggelar pasar murah terhitung sejak Rabu (15/5) hingga Jumat (17/5) di Halaman Parkir BI Sumbar. Hal ini dilakukan dalam rangka pengendalian harga bahan pokok selama bulan Ramadan. Kegiatan pasar murah ini merupakan hasil pembahasan rapat high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar.

"Dalam rangka pengendalian harga bahan pokok di bulan Ramadan, BI bekerjasama denga TPID di seluruh daerah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, sudah mengawali dengan high level meeting TPID. Jadi seluruh TPID sudah melaksanakan rapat yang dipimpin masing-masing kepala daerah. Di BI sendiri, rapat TPID high level meeting ini dipimpin langsung Pak Gubernur," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Wahyu Purnama saat membuka pasar murah di Halaman Parkir BI Sumbar,  Kamis (16/5).


Dalam rapat TPID, kata dia, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota, TPID sudah membicarakan bagaimana memastikan kecukupan sembako yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Jadi, dengan adanya pasar murah ini, baik harga bahan pokok, bahan makanan jadi, menjadi terobosan bagaimana dinyatakan cukup, termasuk seperti Bulog. Semua kebutuhan pokok disediakan dalam jumlah yang cukup," kata Wahyu yang juga selaku Wakil Ketua TPID Sumbar ini.

Lebih lanjut kata dia, beberapa waktu lalu, harga bawang putih mengalami kenaikan di seluruh daerah di Indonesia. Menanggapi hal ini, pemerintah provinsi langsung bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Pusat dan langsung digelar operasi pasar.

"Bawan putih kan ada kenaikan ya. Pemerintah provinsi dalam hal ini Pak Gubernur sudah langsung menggelar operasi pasar dengan impor 45 ton bawang putih ke Sumbar. Dari 45 ton itu, 35 ton bawang putih dikirim ke Padang, dan 15 ton lagi dikirim ke Payakumbuh," jelasnya.

Alhasil, dari operasi pasar tersebut, harga bawang putih di eceran yang sebelumnya berkisar di harga Rp80 ribu, sekarang telah turun menjadi Rp35 ribu. Tak hanya itu, TPID juga sudah melakukan sidak pasar di seluruh kabupaten/kota di Sumbar, guna memastikan kestabilan harga-harga bahan pokok dan stoknya dipastikan cukup.

Kemudian, pihaknya juga mengundang sekitar 70 ulama di KotaPadang. Di samping silaturahim, hal itu bertujuan untuk mengimbau kepada para ulama di dalam tausiyahnya, agar menyampaikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi dan berbelanja secara bijak.

"Jadi tidak terlalu memborong, karena hukum ekonomi itu adalah kalau kita memborong, maka permintaan bertambah. Tentunya hal ini akan memacu kenaikan harga. Jadi itu yang kita lakukan. Karena dalam sisi ibadah pun, bahwa bernkonsumsi berlebihan di bulan puasa ini juga tidak baik untuk kesehatan," katanya mengakhiri. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru