oleh



Permintaan Rujuk Ditolak, Jamalus Nekad Tusuk Perut Istri

LIMAPULUH KOTA (Metrans)

Jamalus (52), warga Jorong Asam Panjang, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota harus berurusan dengan hukum. Hal itu lantaran dia nekad menusuk perut istrinya bernama Nofrilem Soswita (43) karena marah ditolak untuk rujuk kembali.

Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Haris Hadis melalui Kapolsek Guguak Iptu M. Arvi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/4) sekira pukul 10.30 WIB. Akibat tusukan pisau lipat sang suami, istrinya harus dilarikan ke RS Achmad Muchtar Kota Bukittinggi untuk mendapat perawatan intensif dari bekas luka satu tusukan di bagian perutnya.


"Berdasarkan laporan korban nomor LP/29/IV/2019/Sek Guguak tanggal 14 April 2019 tentang penganiayaan terhadap istri atau KDRT yang diduga dilakukan oleh tersangka yang tidak lain suaminya sendiri. Dan berdasar
Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP.KAP/07/IV/2019/Reskrim tgl 14 April 2019, telah dilakukan Penangkapan terhadap tersangka J alias Ilun di Jorong Asam Panjang, Sungai Rimbang," kata dia, Senin (15/4) kepada wartawan. 

Ia mengatakan, tersangka berhasil ditangkap polisi 3 jam setelah kejadian di rumahnya. Saat diamankan, petugas menyita barang bukti berupa pisau lipat warna kombinasi kuning emas yang ada darah mengering yang diduga kuat berasal dari darah korban.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan 1 helai baju warna kuning dengan merek Levis yang ada bercak darah dan lobang bekas tusukan, 1 helai celana legging dengan motif bunga warna kombinasi hitam orange dan putih, serta 2 unit HP Merek Mito dan Strawberry.

Kemudian, polisi juga mengamankan 1 buah perhiasan berbentuk gelang perempuan, 1 buah perhiasan berbentuk kalung perempuan, 1 buah perhiasan bentuk cincin anak, 1 buah dompet perhiasaan toko emas.

Lebih lanjut kata dia, kronologis kejadian bermula saat Minggu (14/4) sekitar pukul 10.30 WIB, pelaku datang menemui orang tua korban ke rumahnya. Karena mereka sudah berpisah atau sedang mengurus perceraian, saat itu pelaku meminta supaya korban dapat rujuk kembali dengannya.

Namun, korban tidak mau rujuk. Sehingga terjadi cekcok dan berujung pada penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian perut yang dilakukan oleh terlapor dan setelah melakukan penganiayaan tersebut terlapor segera meninggalkan korban. 

"Kejadian memang berawal dari cekcok saat pelaku minta rujuk kepada istrinya. Dari keterangan pelaku dia sudah pisah ranjang dengan istrinya selama 1 tahun. Dan selama berumah tangga, pelaku dengan korban sudah dikarunia 2 orang anak. Namun pelaku saat itu hendak kembali rujuk, tapi ditolak korban hingga cekcok dan berakhir dengan penusukan oleh pelaku," lanjutnya.

Meski mendapatkan perawatan intensif di RS Achmad Muchtar Bukittinggi, namun korban dalam kondisi sadarkan diri. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai IRT dan petani itu memang mengeluarkan darah cukup banyak akibat luka tusuk diperutnya.

"Untuk sekarang tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Guguak untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Kapolsek. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru