oleh

TERLALU PANAS DAN BELUM SARAPAN

Peserta Upacara Hardiknas di UNP Banyak yang Pingsan

PADANG (Metrans)

Pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 oleh Universitas Negeri Padang (UNP) diwarnai beberapa insiden, seperti banyak peserta yang pingsan, dan kurang disiplinnya peserta di lapangan olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Selasa (2/5).

Terdapat belasan peserta dari mahasiswa dan siswa dilarikan ke tempat khusus karena banyak yang tidak sanggup mengikuti upacara. Menurut Trisno, anggota Pramuka UNP dan Egit anggota PMI UNP banyak diantaranya yang pingsan.


“Ada yang pingsan disebabkan terlalu panas, kemudian karena belum sarapan, dan ada juga karena memang sering mengalami mag,” papar mereka.

Ketidakdispilinan itu terlihat banyak peserta upacara yang membubarkan diri sebelum adanya komando dari pemimpin upacara. Hal itu dikatakan Irsyad, anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) yang ikut bertugas mengamankan jalannya upacara. Menurutnya bukan hanya dilakukan peserta upacara dari  mahasiswa, tapi juga oleh beberapa dosen.

“Iya, tadi dosen juga membubarkan diri duluan, mungkin karena terlalu panas. Lagi pula tidak ada peraturan tertulis dari pihak universitas tentang kedisiplinan pelaksanaan upacara,“ sebut Irsyad

Begitu pula yang dikatakan Silvi dan Rini, mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan tahun masuk 2014, yang mengatakan upacara Hardiknasnya kurang khidmat. Mereka berpendapat banyak peserta dari mahasiswa ikut upacara hanya karena untuk daftar hadir saja.

Menurut mereka, seharusnya peserta upacara tidak boleh membubarkan diri sebelum ada perintah dari pemimpin upacara. Hal itu menurut mereka bisa mengganggu berefek ke peserta lain, dan ikut-ikutan membubarkan diri.

“Pesertanya kan diwajibkan bagi penerima Bidikmisi, jadi kebanyakan untuk ngambil absen saja,” kata mereka.

Fajar, mahasiswa Manajemen Pajak tahun masuk 2016 bubar dari barisan upacara sebelum dikomando karena melihat temannya banyak membubarkan diri sebelumnya.

Sebaliknya Melia, penerima beasiswa Bidikmisi beralasan karena cuaca sangat panas, dan  terpengaruh banyaknya peserta lain yang membubarkan diri.

“Cuacanya panas, lagi pula dosen saja banyak yang bubar duluan,” katanya.

Sementara Prof. Dr. Ganefri, Ph.D., menilai bahwa upacara berlangsung dengan baik, dan tidak bermasalah dengan adanya insiden tersebut. Menurut Ganefri, jika sudah ada komando pembubaran dari pembina upacara, peserta sudah boleh dibubarkan.

“Tadi kan sudah ada komando dari pembina, serta sudah meninggalkan upacara, artinya sudah boleh bubar. Acara pemberian penghargaan, bagi siswa, mahasiswa, dosen, dan pegawai itu di luar upacara,” jelas Ganefri. (why)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru