oleh

DISALURKAN MELALUI PMI

Petani Sungai Pua Bantu Korban Banjir di Limapuluh Kota

BUKITTINGGI (Metrans)

Kelompok tani Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali membantu sayuran untuk warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 150 paket, yang dipanen warga di ladangnya melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais kepada Metrans, Kamis (9/3) menjelaskan, bantuan langsung diberangkatkan, dan mengapresiasi rasa kepedulian dan kemanusiaan dari kelompok tani Kecamatan Sungai Pua yang cukup tinggi itu.


“Ini yang ke empat kalinya bantuan dari kelompok tani untuk korban bencana alam yang disalurkan melalui PMI Kecamatan Sungai Pua,” jelas Ahmad Jais

Ia juga mengisahkan, sebelumnya kelompok tani ini pernah juga membantu korban Sinabung melalui PMI Kecamatan Sungai Pua sebanyak 2 ton sayur di tahun 2011, banjir di Pasaman 200 paket sayur tahun 2014, dan banjir di Muarololo 1 karung sayur tahun 2016 lalu.

“Bawalah sayur sawi ini, ada sekitar enam karung, kami kirim sayur ini melalui PMI untuk korban bencana, ini yang ada dari kami,” tutur salah seorang kelompok tani Sungai Pua Agam, Nofri (30) kepada petugas PMI.

Sementara itu Kepala Markas PMI Sumbar Hidayatul Irwan mengatakan, PMI juga mendistribusikan paket bantuan berupa Hygiene Kits 250 Pcs, Tikar 300 Pcs, pakaian dalam wanita 1.000 Pcs, baju baru 300 Pcs, jerigen 200 Pcs, masker 2.000 Pcs, Roti 9.200 Pcs dan pakaian layak 10 Koli.

(Baca juga: PMI Sumbar Kirim 28 Sukarelawan ke Kawasan Bencana di Pangkalan)

Sebelumnya Jam Gadang Off Road- IOF Bukittinggi juga bekerjasama dengan PMI, setelah berkoordinasi dengan Posko Kecamatan di wilayah setempat, bantuan berupa bahan makanan, minuman dan pakaian dalam wanita langsung didistribusikan ke daerah-daerah yang terisolir di Kecamatan Kapur IX.

Ketua PMI Kota Bukittinggi Chairunnas menceritakan, Minggu (5/3/2017) Jam Gadang Off Road - IOF Bukittinggi dengan dukungan 5 unit kendaraan double gardan 4x4 dan 12 orang dari tim IOF Bukittinggi bersama Tim PMI mendistribusikan bantuan dari Pukul 14.00 WIB hingga pukul 03.00 pagi, karena daerah yang ditempuh merupakan daerah terisolir akses jalannya terputus pada saat itu.

Ia menambahkan untuk sukarelawan PMI Bukittinggi dilakukan rolling karena mereka sudah 5 hari dilapangan akan mengirim kembali sukarelawan sesuai kebutuhan serta penugasan di lapangan. (Bayu)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru