oleh



Piala Menpora U-14 Berakhir, Ada Kekurangan, Koordinator Wilayah Puas

Padang, Metrans - Meski masih banyak kekurangan, namun koordinator Piala Menpora U-14 Sumbar cukup puas dengan pelaksanaan Piala Menpora U-14 di Stadion Singo Harau, Limapuluh Kota, 12-14 Juli.

"Kami akui masih banyak yang harus dibenahi kedepan, tapi secara teknis kami sebagai koordinato kegiatan di Sumbar cukup puas dengan pelaksaan iven ini. Terutama soal peserta, tahun ini ada skitar 48 tim yang terlibat. Ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumbya ," ujar koordinator Piala Menpora U-14 Sumbar, King Prima, Minggu (14/7/19).

Kata King, tahun-tahun sebelumnya iven ini digelar di Padang, namun untuk merubah suasana pelaksaan Piala Menpora U-14 dicoba ke daerah lain yakni Limapuluh Kota. Hal ini dilakukan, demi untuk mencari suasana baru. Secara pelaksaan putaran final ini berjalan sukses, karena tidak ada keributan atau pelangaran lain.


"Kalau ada kekuarangan tentu wajar, karena sebuah iven tentu tidak mungkin sempurna semua. Tapi secara pelaksaan Piala Menpora U-14 Sumbar di Stadion Singo Harau ini berjalan sukses," terang King.

Secara pelaksaan iven ini berjalan baik, namun dari informasi dari peserta, pelaksaan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama kepanitian lokal dan wasit yang memimpin, di mana untuk panitia yang terlibat rata-rata mereka  menjadi pengurus di tim tuan rumah. Begitu juga wasit yang memimpin pertandingan semuanya berasal dari daerah tempat pelaksanaan. Parahnya, saat tim daerah itu bertanding dengan tim daerah lain, pikiran negatif terhadap kenetralan wasit sedikit diragukan.

"Kita memahami kesulitan panitia pusat, tapi bagimana pun dengan dipimpin wasit yang berasal dari daerah timnya yang ikut bertanding tentu ada pandangan negatif bagi tim lain. Meski niat itu tidak ada dalam diri wasit, tapi pandangannya akan lain, karena wasit yang memimpin berasal dari daerah yang bersangkutan," ujar Indra Junaidi salah satu offisial tim peserta, Minggu (14/7/19).

Selain itu, jelasnya, dengan masuknya pengurus tim yang bertanding kedalam sistem ke panitiaan juga mempengaruhi netralitas panitia, terutama ditenda panitia, di mana di tenda ini juga keluar suara intruksi, padahal tempat ini netral.
"Pelatih yang memberikan intuksi saja ada batasnya, tapi dengan adanya instruksi di tenda panitia terhadap tim di lapangan tentu aturan sudah dilangar, ini tidak ada yang menegur, karena semuanya panitia," terang Indra.

Meski begitu Indra mengapresiasi koordinator Piala Menpora U-14 Sumbar yang rutin menggelar iven ini tiap tahunnya. "Iven ini sebuah jenjang pembinaan bagi calon pemain, kami dari pencinta sepakbola apresiasi dengan kordinator, karena terus menggelar iven ini tiap tahun," terangnya.

"Kami dari panitia dan koordinato wilayah Sumbar menerima keritikan ini. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk bisa menggelar lebih baik lagi," terang King.

Tampil sebagai juara dalam Piala Menpora U-14 ini, tuan rumah Dispora Limapuluh Kota. Tim ini juara setelah di final mengalahkan Semen Padang 4-2 (0-0) lewat adu penalti. Dispora lolos ke final, setelah diberi kemenangan kala menghadapi PSP Padang 2-1. Sementara Semen Padang lolos ke final setelah mengalahkan Viktori 2-1. (Faisal Budiman)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru