oleh

PRESS GATHERING PLN

Pohon, Binatang, Hingga Layang-layang Menjadi Penyebab Gangguan Listrik

MANINJAU (Metrans)

Blackout di separuh Pulau Jawa pada Minggu (4/8) lalu, diduga akibat pohon yang berada di bawah jaringan Sutet Gunungpati Semarang. Tak hanya 1 pohon, tapi 5 pohon yang diduga jadi 'tersangka'. 

Hal ini menjadi salah satu pembicaraan dalam acara Press Gathering yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat (UIW Sumbar) di Nuansa Maninjau Resort, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Kamis (8/8).


Manajer Komunikasi PLN Sumbar, Remialis mengatakan, dampak terhadap sebatang pohon sangat besar terhadap potensi gangguan kelistrikan seperti salah satu penyebab blackout-nya sistem kelistrikan di separuh pulau Jawa beberapa waktu lalu. Ia meminta kepada masyarakat, untuk mengikhlaskan pohon yang mengganggu sistem kelistrikan untuk ditebang. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya pemadaman listrik akibat gangguan serupa.

"Kita berharap kepada masyarakat, agar mengikhlaskan pohonnya untuk ditebang, jika itu akan menimbulkan potensi gangguan sistem kelistrikan. Karena jika sampai ini terjadi, akan memakan waktu untuk dilakukan perbaikan. Bayangkan saja, 1 pembangkit di Jawa memiliki kapasitas 1.000 MW, makanya bisa memakan waktu lama. Namun di Sumbar, kapasitas 1 pembangkit rata-rata 100 MW, dan bisa memakan waktu jika terjadi gangguan sistem kelistrikan akibat pohon itu," kata Remialis di sela kegiatan Press Gathering.

Ia mengatakan, hal ini diharapkan menjadi perhatian khusus. Jika pohon yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan itu memungkinkan untuk dipangkas sendiri, pihaknya mempersilakan. Namun jika butuh bantuan PLN, cukup dengan melapor ke kantor PLN terdekat untuk dilakukan bantuan pemangkasan tanpa dikenakan biaya.

Sementara, Manajer Efisiensi Mutu Pengukuran Distribusi, Hendriansyah juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, 90 persen instalasi PLN, dalam hal ini transmisi, gardu induk dan jaringan distribusi, ada di lingkungan masyarakat. Maka, potensi gangguan yang disebabkan oleh pohon pun juga sangat memungkinkan.

"90 persen instalasi dan jaringan distribusi PLN ada di lingkungan masyarakat. Kalau pembangkit, oke lah. Tapi kalau transmisi, gardu induk, itu di perkampungan. Bahkan ada yang melewati hutan belantara, lembah, dan perkampungan. Jadi, jika ada masyarakat yang pohonnya tidak ingin dipangkas, risikonya ya itu. Sebab, perjalanan listrik dari pembangkit hingga sampai di rumah pelanggan itu sangat jauh dan membutuhkan proses yang tidak sederhana," kata Hendriansyah.

Tak hanya itu, Hendriansyah juga menyebut, layang-layang dan binatan juga menjadi salah satu penyebab gangguan sistem kelistrikan selama ini di Sumatera Barat. Bahkan, kata dia, persentase gangguan yang disebabkan oleh layang-layang mencapai 7 persen.

"Menurut data kita, 35 persen gangguan sistem kelistrikat itu disebabkan oleh pohon, dan ini persentase penyebab gangguan terbesar. Kemudian 31 persen akibat binatang, 7 persen juga ada akibat layang-layang, dan banyak lagi," tambahnya.

SISTEM KELISTRIKAN DI SUMBAR

Hendriansyah merinci, saat ini, daya mampu pembangkit listrik di wilayah Sumatera Barat, mencapai 677,7 MW (150 KV) dan 25 MW (20 KV). Sementara, untuk gardu induk, terdapat 17 gardu dengan kapasitas 1.014 MW, serta 324 buah penyulang.

"Sementara, untuk jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) mencapai 11.436 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) mencapai 16.270 kilometer sirkuit (kms). Kita juga punya gardu distribusi sebanyak 10.263 unit dan kapasitas trafo sebesar 1080 MVA," tambahnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini, di Sumatera Barat, terdapat 7 pembangkit PLN, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang saat ini masih digunakan di beberapa daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kemudian, kata dia, juga ada 7 pembangkit non-PLN, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) dengan bermacam kapasitas.

Di akhir materi, Hendriansyah juga menyebut, hingga saat ini, PLN Sumbar memiliki 1.381.280 pelanggan dengan rincian 761.800 pelanggan pascabayar dan 619.480 pelanggan prabayar. (Raihan Al Karim)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru