oleh



Pohon Durian Sungayang Tanah Datar Diserang Hama Aneh

BATUSANGKAR (Metrans)

Durian Sungayang, kabupaten Tanah Datar cukup terkenal akan enaknya bahkan sampai terkenal ke pulau Jawa, namun pada musim tahun ini pohon durian diserang penyakit aneh yang membuat semua daunnya gugur habis tak bersisa.

Akibat penyakit yang belum diketahui ini, pada tahun ini bisa dipastikan ekonomi masyarakat setempat menurun.


Kepala Jorong Sianau Indah, nagari Sungayang, Zulekman saat ditemui Metrans Kamis (14/2) di lokasi mengatakan, memang benar pohon durian yang tinggal hanya ranting dan buahnya saja, sedangkan daunnya habis.

Ia mengatakan hama yang menyerang tanaman durian warga di kampung itu sudah berselang enam bulan dan kejadian ini baru kali pertama terjadi.

Akibatnya lebih dari 50 persen pohon durian yang mencapai ribuan batang gagal panen, padahal ini menjadi salah satu andalan untuk pendapatan warga untuk menopang penghidupan.

Pada musim durian warga Sungayang rata-rata mendapatkan penghasilan Rp200 ribu per hari dari buah yang jatuh. Namun sekarang ini harapan warga pupus karena pohon durian terkena penyakit aneh itu.

Durian asal Sungayang cukup terkenal karena rasanya yang gurih beda dengan rasa durian di daerah lain. Jika lagi bagus dalam satu hari ada sekitar tiga hingga empat mobil truk datang menjemput durian ke daerah itu.

Ia menyebutkan selain di Jorong Sianau Indah, juga jorong tetangga kondisinya lebih parah lagi yaitu Jorong Balai Diateh yang sudah terserang mencapai 80 persen. Hama ini merebak berawal dari jorong tersebut

Sementara, warga setempat Syafrifal katakan hama yang menghabiskan daun durian yaitu ulat bertanduk. Padahal di sekeliling pohon durian banyak pohon lain yang subur daunnya tapi tidak dimakan, seumur-umur kali ini saya melihat kejadian aneh ini.

"Durian Ambo diparak juo habis daun dimakan ulek ,tapi ambo heran padahal banyak daun dari tanaman lain yang subur di sekitar indak dimakan, kini di ateh batang tingga buah yang la mulai gadang, caliak la dek apak," katanya sembari menunjuk salah satu pohon durian yang berada di samping rumahnya.

Meski tetap ada buahnya di batang namun diragukan isi durian itu masih baik untuk dimakan, saut kepala jorong.

Warga juga tidak mengetahui ulat itu datangnya dari mana, namun sangat cepat menyebar dari pohon ke pohon durian lainnya.

Sebelumnya pihak dari Dinas Pertanian Tanah Datar sudah pernah datang untuk melihat kondisi ini, dan sudah ada upaya pengobatan, namun belum berhasil.

"Hingga saat ini belum ditemukan obatnya, jadi kami hanya bisa menunggu langkah apa yang harus dilakukan dari pihak pemerintah," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Desriwan mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan pengobatan dan pencegahan untuk menghilangkan ulat tanduk dari pohon durian warga tersebut.

Bantuan berupa obat pestisida dan racun juga sudah diserahkan kepada kelompok tani di daerah itu. Namun kejadian itu memang berulang sejak enam bulan terakhir.

"Kita terus berupaya dan mencarikan solusinya, biasanya kalau sudah habis sirkulasnya, ulat itu akan hilang sendirinya," kata dia. (eri)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru