PASCA TERBAKARNYA MARKAS POLRES DHARMASRAYA

Polisi Sudah Peroleh Identitas Dua Pembakar Mapolres Dharmasraya

Jenazah kedua terduga yangv akhirnya tewas setelah melakukan perlawanan terhadap polisi

PADANG (Metrans)

Gerak cepat polisi mengidentifikasi kedua orang yang diduga keras menyerang Mapolres Dharmasraya dengan cara membakar menampakkan hasil. Menurut Kapolda Irjen Pol Fakhrizal, identitas kedua orang itu sudah diketahui.

“Keduanya adalah warga Provinsi Jambi masing-masing berinisial EFA dan ES. Kita sedang kembangkan kemana rangkaian pergerakan kedua orang ini,” kata Kapolda.


Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) karena lembaga itu memiliki data tntang pergerakan berbagai sel teroris dan kaum radikal di Indonesia. “Saat ini baru data itu yang ada, belum ada data tentang keberadaan mereka sebelumnya,” ujar Kapolda.

Dua orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran markas Polres Dharmasraya (yang kemudian tewas tertembak) kini dibawa ke Padang untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polda Sumbar di RS Bhayangkara, Jati Padang.

Menurut Kapolda, sejauh ini hampir bisa dipastikan bahwa kebakaran ini merupakan tindakan teror yang dilakukan kedua pelaku yang sudah tewas itu. Pihaknya menduga pelaku tidak hanya dua orang itu saja, melainkan ada yang lain.

“Kita sedang lakukan pendalaman,” kata Kapolda. Dugaan ini sebagai aksi teror menurut Kapolda menilik kepada barang bukti yang ditemukan seperti anak panah, busur, sangkur, dan ada pesan-pesan sebagaimana digunakan para teroris yang pernah tertangkap selama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya,  peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 menjelang subuh. Tiba-tiba saja dari seluruh dinding belakang Mapolres sudah terbakar, api marak di setiap sudutnya. Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana orang bisa masuk ke bagian belakang itu lalu menghidupkan api.

Akan halnya kedua lelaki yang diduga membakar itu menurut keterangan yang diperoleh Metrans di TKP baru diketahui setelah petugas pemadam kebakaran Pemkab Dharmasraya melihat dua lelaki berpakaian hitam berlari diantara kebakaran itu. Petugas meneriakinya tapi keduanya terur lari. Anggota polisi yang ada di situ kontan mengepung, tapi kedua pria itu melakukan perlawanan dengan panah ke arah polisi. Tak ada jalan lain rupanya, peluru pun berbicara. Keduanya ditembak dalam suasana api marak di mana-mana dalam komplek markas Polres itu. (Raihan)


Jangan Lewatkan