oleh

2 PAKET SABU DISITA

Polres Payakumbuh Ringkus 4 Pengedar Narkoba, Dua di Antaranya Ayah dan Anak

PAYAKUMBUH (Metrans)

Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh meringkus empat tersangka pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu, Sabtu (22/10) sekira pukul 01.00 WIB. Mirisnya, dua di antaranya merupakan ayah dan anak kandungnya sendiri. Keempat tersangka itu yakni BK (33 tahun), RE (40 tahun), AI (20 tahun) dan AJ (42 tahun).

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri didampingi KBO Satreskoba, Iptu Rika Susanto dan Kasubag Humas, Ipda Aiga Putra mengatakan, keempat tersangka itu berhasil ditangkap dalam waktu satu malam di dua lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Payakumbuh.


"Keempat tersangka dibekuk setelah Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh menerima laporan dari masyarakat, terkait maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di kawasan Payakumbuh Timur. Dari informasi tersebut dilakukan penyelidikan dan penggerebekan terhadap sebuah rumah di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur. Di rumah tersebut polisi mengamankan dua orang warga berinisial BK dan RE yang sama-sama berprofesi sebagai sopir,"  ungkap Iptu Desneri.

Tim Opsnal Satresnarkoba tidak saja menggeledah tersangka BK dan RE, namun pemilik rumah dan sejumlah orang yang tengah berada di rumah tersebut juga dilakukan pemeriksaan, tetapi tidak ditemukan barang bukti berupa narkoba.

Sementara, BK dan RE saat digrebek, tengah berada di sebuah kamar tengah mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Karena tidak bisa melarikan diri, keduanya hanya bisa pasrah saat dilakukan penangkapan. Dari penangkapan itu, berhasil diamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa alat hisap, plastik serta narkoba jenis sabu-sabu sisa pakai.

Kepada anggota Satnarkoba Polres Payakumbuh, tersangka BK mengakui bahwa dia mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pengedar berinisial AR, hingga kemudian dilakukan pancingan untuk melakukan transaksi. Karena tak menduga yang menghubunginya adalah tersangka BK yang telah dibekuk, AR alias Jii mengamini permintaan BK untuk mengantarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Namun, narkoba pesanan BK tersebut tidak diantar langsung oleh AR, melainkan diantar oleh seorang remaja berinisial AI yang merupakan kemenakan dari AR alias Jii, yang hingga kini masih diburu polisi.

Kepada anggota Satnarkoba Polres Payakumbuh, AI yang sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SLTA itu mengakui bahwa perintah untuk mengantarkan sabu-sabu itu dilakukan oleh AR lewat sambungan telepon. Sebab malam sebelumnya, narkoba jenis sabu-sabu satu paket itu telah diserahkan oleh bapaknya  AJ kepadanya untuk dijual.  

"Saya dihubungi pak AR alias Jii untuk mengantarkan pesanan sabu-sabu kepada seseorang, narkoba itu sebelumnya diberikan oleh bapak saya," kata tersangka AI saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Payakumbuh, Sabtu (12/10).

Pengkapan tersangka AI berjalan bak film laga, Polisi yang melakukan pengintaian langsung meloncat dari kendaraan saat berpapasan dengan AI yang berjalan kaki, akibatnya salah seorang anggota Opsnal Satreskoba Polres Payakumbuh harus mengalami luka di bagian kaki.

Usai menangkap AI sekitar pukul 04.00 WIB di Kelurahan Tiakar dengan barang bukti dua paket narkoba jenis sabu-sabu siap edar itu, Tim Opsnal bergerak ke gedung GOR Kubu Gadang yang bersebelahan dengan Kantor Dinas PUPR Kota Payakumbuh. Di salah satu ruangan di GOR tersebut, polisi membekuk AJ yang merupakan orang tua AI sekaligus kakak kandung AR alias Jii.

Hingga kini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan di  Mapolres Payakumbuh, sementara AR alias Jii berhasil melarikan diri dan kini menjadi buronan Polres Payakumbuh. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru