oleh

19 TERAPIS SPA DARI DUA HOTEL DITANGKAP

Polresta Padang Gagal Buktikan Prostitusi

PADANG (Metrans)

Diduga terlibat praktek prostitusi, Polresta Padang menangkap 19 wanita yang bekerja sebagai terapis kecantikan atau SPA di dua hotel berbintang di daerah itu.

Kabag Ops Polresta Padang Kompol Sumintak membenarkan  telah melakukan razia di sejumlah tempat terapis kecantikan hotel berbintang.


"Kami merazia di dua hotel yang memiliki pelayanan SPA. Kedua hotel itu diduga melayani praktik prostitusi," kata Sumintak.

Dijelaskannya, dari razia penyakit masyarakat (pekat) di hotel Aliga di kawasang Alang Lawas itu, petugas menangkap 12 terapis wanita, dua wanita tamu hotel dan dua pria.

Sementara itu dari Hotel Grand Sari, petugas juga menangkap empat orang terapis wanita dan seorang pria.

"Kami juga mengamankan seorang anak di bawah umur berinisial ANP (17) warga Pekanbaru yang menginap di Hotel Aliga," ujarnya.

Untuk anak di bawah umur tersebut pihaknya langsung membawanya ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Padang untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarganya.

Untuk seluruh terapis dan pria pengguna jasa mereka yang ditangkap dilakukan dites urine dan pengambilan darah oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), melalui LSM Ford De Kock Social in Society (Forsis).

"Setelah dilakukan pengambilan darah, tes urine dan pembinaan, mereka diperbolehkan pulang," kata Sumintak.

Sumintak mengakui dalam razia kali ini pihaknya tidak bisa membuktikan adanya praktik prostitusi yang dilakukan di dalam hotel tersebut.

Sebelumnya banyak beredar informasi di tengah masyarakat  yang menyebutkan kedua hotel ini memiliki fasilitas tersebut dan banyak anak-anak di bawah umur menginap di sana.

"Ternyata ada kerja sama antara pihak hotel dengan fasilitas SPA yang diberikan sehingga ini ada legalitasnya," katanya.

Koordinator Lapangan LSM Forsis Sumbar, Juprianto mengatakan langkah pengambilan darah ini merupakan pendeteksian dan pencegahan penularan HIV Aids di Kota Padang.

Berdasarkan data LSM Forsis  dalam tahun ini ada sekitar 336 warga Kota Padang yang terjangkit virus HIV/ AIDS.

Untuk skala nasional, Sumatera Barat menduduki peringkat sepuluh nasional dalam jumlah penderita penyakit tersebut. Kota Padang peringkat pertama terbanyak dari 19 kota dan kabupaten di Sumatera Barat. (nok/ant*)

 


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru