Polsek Lubeg Kandangkan 12 Motor Saat Razia Cipkon, Ada Pengendara Mabuk Berusaha Kabur

Salah seorang pengendara motor dijaring petugas saat berusaha kabur dari razia yang dilakukan petugas.

PADANG (Metrans)

Jajaran Polsek Lubuk Begalung, Kota Padang menggelar razia cipta kondisi (Cipkon) dengan sasaran kendaraan roda dua yang disinyalir marak menjadi target pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Sabtu (18/1). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kejahatan curanmor di daerah itu.

"Kita dari Polsek Lubuk Begalung melakukan giat Cipkon terkait dengan adanya antisipasi kejahatan curanmor. Jadi kita lakukan giat razia ini dengan sasaran kendaraan roda dua yang disinyalir marak menjadi target pelaku curanmor," kata Kapolsek Lubuk Begalung, AKP Andi Parningotan Lorena kepada Metrans usai razia.


Hasilnya, sebanyak 12 kendaraan bermotor dikandangkan di Mapolsek setempat. Tak hanya itu, polisi juga menjaring dua orang yang berbalik arah dan berusaha melarikan diri lantaran mengetahui polisi yang menggelar razia. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa kedua orang itu sedang dalam keadaan mabuk.

"Malam ini, lebih kurang 12 kendaraan yang kita amankan, serta 2 orang kita jaring dari 1 unit kendaraan. Karena mengetahui kita razia, dia mutar balik dan rawan terjadi kecelakaan. Makanya kita lakukan pengejaran dan kita amankan. Kemudian diketahui, yang bersangkutan sedang dalam keadaan mabuk," lanjut dia.

Ia mengatakan, yang menjadi sasaran razia kali ini adalah pelanggaran lalu lintas yang kasat mata. Kemudian kendaraan-kendaraan yang disinyalir merupakan barang hasil curanmor.

"Yang pertama tentu pelanggaran kasat mata. Kemudian kita lihat apakah kendaraan itu termasuk kendaraan yang kerap menjadi target pelaku curanmor. Bagi kendaraan yang terjaring, kita bawa ke Mapolsek untuk dicek nomor rangka dan nomor mesinnya. Untuk yang melanggar lalu lintas akan kita lakukan penilangan," ungkapnya.

Meskipun secara kasat mata tidak melakukan pelanggaran, kata dia, pihaknya tetap memeriksa surat-surat kendaraan pengendara yang melintas. Alhasil, pihaknya juga menemukan pengendara motor di bawah umur.

"Jadi yang ada indikasi, walaupun secara kasat mata tidak ada pelanggaran, tetap kita periksa surat-suratnya. Untuk pengendara di bawah umur, ada kita temukan. Kita lakukan penilangan," bebernya.

Sementara, untuk sepeda motor yang dijaring karena tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan itu, Andi mengatakan, yang bersangkutan dapat mengambil sepeda motornya di Mapolsek dengan membawa surat-surat kendaraan tersebut dan dilakukan penilangan.

"Untuk motor, kita amankan di Polsek. Bila mana pada saat itu bisa dilengkapi surat-suratnya, kita lakukan pengecekan fisik langsung dan kita tilang. Jadi dengan barang bukti surat-surat, kendaraan silakan dibawa pulang beserta surat tilangnya," jelas dia.

Dari razia yang dilakukan saat itu, petugas tidak menemukan pengendara yang membawa senjata tajam, narkoba dan anak-anak yang terindikasi akan melakukan tawuran. Ia menyebut, hingga saat ini, situasi di wilayah hukumnya masih kondusif.

"Untuk sampai saat ini, hasil razia belum ditemukan yang membawa barang seperti senjata tajam atau anak-anak yang indikasinya akan melakukan tawuran. Bahkan sampai ke narkoba pun belum ada. Masih kondusif," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan