oleh

SOAL PENYEBARKAN HOAX DAN UJARAN KEBENCIAN

Ponpes Diniyyah: Semua Itu Murni Perbuatan Pribadi Ahmad Rifai

PADANG PANJANG (Metrans)

Pihak Pondok Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang, Senin (29/5) akhirnya malakukan konferensi pers atas diciduknya salah seorang karyawannya, Ahmad Rifa’i (36) oleh Tim Crimsus Mabes Polri karena menyebarkan hoax dan ujaran kebencian melalui media sosial pada Minggu sore (28/5).

(Baca juga: Ahmad Rifai Diciduk Tim Crimsus Mabes Polri di Kediamannya)


Dalam konferensi pers tersebut, pimpinan ponpes melalui Kepala Adm Kepegawaian Diniyyah Puteri Fauzi Fauzan El Muhammady menyatakan untuk mempercayakan proses penyidikan pada polisi.

Tak hanya itu, Head of  Human Resources Departement (HRD) Fauzi Fauzan, juga mengatakan semua itu murni akun facebook milik Ahmad Rifai pribadi dan tak menyangkut dengan  perguruan Diniyyah.

Pimpinan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El Muhammady melalui HRD Fauzi Fauzan mengatakan, penangkapan Ahmad Rifa’i  telah membuat pihak Yayasan Ponpes cukup kaget dan tidak percaya kalau salah seorang stafnya telah berurusan dengan pihak polisi.

“Setelah menerima laporan atas penangkapan  karyawan kita ini, pihak yayasan langsung menuju kediamannya. Namun, polisi telah dulu membawanya pergi dari kediaman menuju Mabes Polri dan kami tidak sempat bertemu lagi,” ujarnya pada awak media

Dikatakan, Ahmad Rifa'i ini merupakan karyawan Ponpes, terkait kasus yang menimpanya ini,  diserahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian berdasarkan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Soal pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan apabila karyawan yang bersangkutan telah dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan,” ujar Fauzi.

Postingan yang diupload  melalui media sosial  cukup membuat viral di dunia maya tersebut, lebih lanjut Faiz Fauzan selaku Kepala Departemen Diniyyah Information Technology Center (DITC) menjelaskan, tidak ada kaitannya dengan yayasan.  Postingan itu merupakan pernyataan pribadi Ahmad Rifa’i.

Dikatakan, sesuai dengan pasal 42 butir (f) tentang peraturan karyawan di Diniyyah Puteri menyatakan, pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan apabila karyawan yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan. Maka dengan ini Perguruan Diniyyah Puteri akan menunggu proses peradilan yang bersangkutan untuk mengambil keputusan.

“Pelanggaran hukum yang dilakukan Ahmad Rifa'i  dengan penyebaran informasi di Facebook pribadi yang melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 16 dan pasal 4 huruf (b) angka (1)  Undang-undang No.40 tahun 2008, dan ini adalah sepenuhnya tindakan pribadi serta pernyataan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan Perguruan Diniyyah Puteri Padangpanjang. Untuk kasus ini telah kita serahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” ujarnya.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru