TERKENDALA PEMBEBASAN LAHAN

Proyek Jalan Nasional Painan-Kambang Masih Terkatung-katung

PAINAN (Metrans)

Pekerjaan proyek jalan nasional ruas Painan-Kambang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, hingga kini masih terkendala pembebasan lahan.

Site Manager PT KSO Yasa-Conbloc, Bayu di Painan, Jumat (21/4) mengungkapkan, sampai saat ini belum semua lahan masyarakat terdampak proyek yang telah dibebaskan.


"Pembebasan lahan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat dan Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan," ungkap Bayu.

Ruas Painan-Kambang merupakan salah satu dari tiga paket pekerjaan jalan nasional yang ada di Pesisir Selatan. Kegiatan peningkatan dan pelebaran badan sepanjang 31,5 KM itu dibiayai dari dana WINRIP dengan anggaran mencapai Rp255 miliar.

Bayu menjelaskan, untuk ruas Painan-Kambang dibagi dalam lima segmen.  Namun hingga kini kegiatan baru bisa dikerjakan pada segmen I dan V saja.

"Untuk segmen I saja Painan-Bukit Pulai sepanjang 12 KM belum semua lahan masyarakat dapat dibebaskan pemerintah daerah," terangnya.

Selain segmen I, lanjut Bayu, pihaknya kini tengah mengerjakan segmen lima sepanjang 5 KM, yakni Taratak-Lansano Kecamatan Sutera.

Sedangkan untuk segmen II, III dan IV belum bisa dikerjakan sama sekali. Sebab, belum satupun lahan masyarakat terdampak proyek yang dibebaskan.

Padahal, kontrak proyek terhitung mulai Maret 2016 dan harus rampung hingga akhir 2017. "Atau selama 630 hari kalender, sesuai yang tertera pada plang proyek kami," tuturnya.

Ia berharap, Tim Apraisal yang bertugas membebaskan lahan untuk segera dapat membebaskan lahan masyarakat yang terdampak proyek.

Sementara, Sutriman (45), salah seorang warga lengayang mengeluhkan lambannya pengerjaan jalan tersebut.

Menurutnya, jika tidak segera dirampungkan, bakal menyebabkan ekonomi biaya tinggi di daerah ini.

"Betapa tidak, ongkos angkut dari hasil panen saya jadi bertambah, karena waktu tempuh juga bertambah akibat pekerjaan jalan," ujarnya.


Jangan Lewatkan