DALAM OPERASI DUA HARI

Puluhan Anjing Liar Dimusnahkan di Kota Solok

Puluhan anjing liar dimusnahkan di Kota Solok dalam operasi yang sudah digelar selama dua hari

SOLOK (Metrans)

Guna mengurangi resiko masyarakat terkena resiko gigitan hewan berpotensi rabies (HBR), Seksi Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kota Solok, melakukan eleminasi terhadap puluhan ekor anjing liar tak bertuan yang bisa menularkan penyakit rabies.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Jefrizal menjelaskan, eleminasi tersebut bertujuan untuk mengendalikan populasi HBR terutama jenis anjing liar. Kegiatan yang sudah dilaksanakan dari hari Selasa (7/2) hingga Rabu (8/2) itu,Setidaknya telah memusnahkan 36 ekor anjing liar yang dibunuh dengan cara dijaring,


 “Dalam dua hari ini kita telah memusnahkan sebanyak 36 ekor anjing yang tak bertuan, Kita masih ada satu hari lagi untuk operasi penangkapan,” kata Jefrizal, Rabu (8/2).

Proses eleminasi HBR ini, lanjut Jefrizal, juga untuk mengurangi resiko masyarakat terkena penyakit rabies. Pada tahun 2016 yang lalu, populasi HBR baik jenis anjing dan kucing di dua kecamatan Kota Solok mencapai 100 ekor binatang liar dimusnakan, dimana terbanyak dimusnahkan adalah jenis anjing.

“Untuk Kota Solok sendiri tidak termasuk HBR terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Meski tidak terbanyak, kita mesti selalu mengantisipasi dan jika dipandang sangat perlu kita akan lakukan eliminasi, agar populasi HBR bisa berkurang,” jelas Jefrizal.

Ditambahkan Jefrizal, sebelum melakukan penangkapan dan pemusnahan ini pihaknya telah memberikan terlebih dahulu imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, Bagi masyarakat masing-masing kecamatan yang memiliki hewan peliharaan jenis anjing agar tidak dilepaskan secara liar sehingga tidak terkena eleminasi yang dilakukan secara terbuka tersebut.

Lokasi yang dipilih dalam melakukan pemusnahan anjing liar yang dilakukan dua hari ini terbanyak di Kelurahan Sinapa Piliang, Kelurahan IX Korong Kecamatan Lubuk Sikarah,

“Puncaknya pemusnahan anjing liar tahun ini kita lakukan pada bulan ini,karena bertepatan dengan musim kawin anjing sehingga banyak anjing liar yang berkeliaran,” katanya.

Pemusnahan anjing liar ini merupakan bagian dari program Kota Solok Bebas Rabies tahun 2017, karena rabies memang meresahkan warga belakangan ini. Menurut Jefrizal, pada tahun 2016 lalu terdapat 7 kasus manusia digigit hewan dan 1 kasus diindikasikan rabies.

Ditambahkan oleh Kasi Keswan dan Kesmavet Drh Amora, selain melakukan operasi pemusnahan ini,Keswan dan Kesmavet juga terus melakukan upaya lain dengan memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat tentang cara memelihara anjing yang baik. (ad)


Jangan Lewatkan