oleh



Puluhan Luka-luka di Alek Berburu Babi Nusantara 2018

KOTO GADANG (Metrans)

Pehobi olahraga berburu babi di Sumatera, Jawa dan Kalimantan mengikuti Alek Gadang Anak Nagari Buru Babi Nusantara di Bukit Taman Raya Park di Koto Gadang Kecamatan IV Koto Agam. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dibuka Bupati Agam yang diwakili Sekda Drs. H. Masriyanto Dt. Maruhun, Minggu pagi tanggal 8 Juli 2018.

"Sebanyak 25 babi hutan rubuh, 11 anjing peburu tewas dan puluhan lainnya luka-luka," ujar Ketua Persatuan Olah Raga Buru Babi Indonesia (PORBBI) Kecamatan IV Koto, Andimar usai acara.


Andimar mengatakan gembira melihat hasil buru babi kali ini. Apalagi dari segi jumlah peminat yang jauh meningkat. Bahkan kemeriahan acara yang disusun bisa dinikmati peserta dan pengunjung. Berbagai pihak pun berupaya menyukseskan alek nagari tersebut.

Panitia Pelaksana Alek Gadang Anak Nagari Buru Babi Nusantara yang juga Walinagari Koto Gadang M. Budi Zulfikar pun tak kalah gembira dengan pelaksanaan buru babi di daerahnya, yang dipusatkan di salingka Bukit Taman Raya Park Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Agam.

Dikatakannya, melihat antusiasme peserta yang sudah berdatangan sejak Sabtu 7 Juli begitu membahagiakan panitia. Mereka berdatangan dari tempat yang jauh. Ada yang dari Kepri, Riau, Jambi Bengkulu, Banten, Jateng. Malah ada yang dari Kalimantan.

"Tak sia-sia rasanya kami melaksanakan acara bertajuk Berburu Babi Nusantara. Banyak provinsi yang berpartisipasi. Acara penyambutan hingga penutupan sepertinya berhasil mencapai tujuan, meningkatkan silaturahim sambil berolahraga dan bisa mempertahankan tradisi," ungkapnya.

Sekda Agam pun demi melihat keriuhan suasana buru babi di Bukit Taman Raya Park Kecamatan IV Koto Agam tak banyak berkata. Dia gembira dan memberikan dukungan jika alek buru babi rutin diadakan di lokasi yang sama.

Anggota Komite IV DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa sangat mendukung acara yang dipusatkan di Sawahan, Nagari Koto Gadang itu. Sebagai Ketua KAN Koto Gadang dia sangat mengapresiasi kegiatan yang dihelat oleh Persatuan Olah Raga Buru Babi Indonesia Kecamatan IV Koto.

Leonardy mengatakan alek nagari itu bermanfaat meningkatkan silaturahim antar penggemar olah raga buru babi tersebut

Tak kalah pentingnya, kegiatan di pagi Minggu 8 Juli 2018 ini mempertahankan tradisi, kearifan lokal dalam mengendalikan hama babi. Apalagi itu satu-satunya cara untuk membasmi hama babi itu.

Selain itu berburu babi bisa menjadi iven wisata yang menarik jika dikemas dengan baik. Keunggulan Koto Gadang bisa ditonjolkan. Makanan khas itiak lado hijau harus ditampilkan.

Leonardy mengusulkan agar buru babi dilaksanakan tiap habis panen atau dua kali setahun. Lokasinya tetap di tempat pelaksanaan sekarang dan dipersiapkan lebih baik.

"Tempatnya lapang dan bisa merepresentasikan alam Koto Gadang. Dukungan akan kita berikan dari tingkat nagari hingga lingkup nasional," pungkasnya. (zul/dar)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru