Babak 34 Besar LFN Grup A

Rafhely Gagal Sapu Bersih Kemenangan, Wakil Grup A Diserahkan ke Pusat

PADANG (Metrans)
Wakil Sumbar diajang Liga Futsal Nusantara (LFN), Rafhely FC gagal menyapu bersih kemenangan dalam babak 34 besar Grup A. Dalam laga terakhir di Lapangan Rafhely BY PASS, Minggu (26/11), M Sanjaya dkk harus mengakui keunggulan wakil Sumut Binjai FC 3-4 (2-0).

Dengan hasil ini, maka tiga tim yakni Rafhely, Binjai FC dan Dumai FC punya poin sama yakni sama-sama 15. Namun, panitia dan pengawas pertandingan (PP) belum bisa mengambil keputusan siapa yang menjadi wakil grup A untuk bersaing di babak delapan besar. PP menyerahkan keputusan ke pusat. 

Pengawas Pertandingan, Sudirman menjelaskan, bila poin sama, sesuai regulasi untuk menentukan peringkat dilakukan sistem dengan beberapa tahap, tahap pertama heat to heat ke tiga tim.  Bila heat to heatnya masih sama, maka dilanjutkan dengan penghitungan selisih gol.


Dari hitungan itu, Rafhely FC lah sebagai juara grup, di mana hitungannya Rafhely memiliki selisih gol plus 1 dari menang 5-3 atas Dumai FC dan kalah 3-4 dari Binjai. Posisi kedua ditempati Binjai FC dengan selisih gol nol, dari kalah 3-4 dari Dumai FC dan menang 4-3 dari Raghely. Sedangkan posisi ketiga ditempati Dumai FC dengan selisih gol minus 1 dari menang 4-3 atas Binjai FC dan kalah 3-5 dari Rafhely. 

Namun cara penghitungan selisih gol ini, terjadi persoalan, karena satu tim tidak terima dengan penghitungan ini. Maka, atas dasar itu, Pengawas Pertandingan (PP), menyerahkan keputusan untuk menentukan dua wakil grup A ke babak delapan besar ke pusat.

"Kalau bicara regulasi, Rafhely sebagai juara grup karena mereka unggul selisih gol dari Binjai FC dan Dumai FC. Sedangkan runner upnya Binjai FC karena mereka unggul selisih gol atas Dumai FC. Namun, tim lain berangkapan selisih gol itu seluruh pertandingan. Untuk memberi kepuasan kepada tiga tim yang memiliki poin yang sama ini, kami dari PP menyerahkan keputusan ke pusat," ujar Pengawas Pertandingan, Sudirman, Minggu (26/11).

Regulasi itu, katanya, sudah terang menjelaskan, awal hitungan poin, setelah itu heat to heat dan silisih gol. Selisih gol ini sesuai dengan poin dua hanya untuk tiga tim yang punya nilai sama bukan dimasukan dengan pertandingan lain.

Kalau silisih gol masih sama, dihitung jumlah plus gol. Jika masih sama, maka dihitung jumlah hukuman kartu kuning. Jiga poin ini masih sama, baru jumlah pertandingan lebih banyak atau hitungan keseluruh pertandingan.

"Dari pada kami membaut polemik yang merugikan salah satu tim, lebih baik keputusan kami serahkan ke pusat," terangnya.

Regulasi ini diberlakukan, jelasnya, untuk mengantisipasi main mata. Contoh kasus, di mana tiga tim yang bersaing yakni tim A, B dan C. Tiga tim ini memiliki situasi yang berbeda, tim A dalam laga terakhir menghadapi B. Sedangkan C menghadapi tim yang sudah pasti tersisih. Karena sudah tidak lolos lagi, tentu ada peluang main mata antara tim C dengan tim yang tak lolos ini. Makanya, untuk mengantisipasi itu diberlakukan sistim heat to heat. Sistem ini hanya diperuntungkan untuk dua atau tiga tim yang memiliki poin yang sama. Bukan melibatkan tim lain.

"Semua yang dilakukan ini murni untuk menghindari main mata sesama tim. Kalau penghitungan selisih gol keseluruhan, tentu tim C tadi bisa menang dengan skor besar dengan tim yang tidak lolos," terangnya.

Sementara pemilik Rafhely FC H Yasman Yanusar menyerahkan keputusan ke pusat. Ini dilakukan untuk menghidari tudingan negatif ke Rafhely yang bertindak sebagai tuan rumah.

"Apa pun keputusan pusat akan kita terima. Kami tidak ingin keputusan yang diberikan merugikan salah satu tim. Selain itu kami tidak ingin dituding yang mengatur semuanya. Biar pusat yang membahas regulasi ini. Kami tidak ingin mencederai apa yang telah dibuat pusat," tegasnya. (can)   


Jangan Lewatkan