oleh

WARGA BALAI PANJANG GEMPAR

Ramadanil Ditemukan Tewas di Pemandian Umum Kulim

SARILAMAK (Metrans)

warga Jorong Balai Panjang, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, buncah! Pasalnya, sesosok mayat ditemukan tergeletak di tempat pemandian umum Kulim, dalam kondisi tertelungkup di atas tembok dekat air pemandian, Selasa (10/4).

Mayat yang masih menggunakan pakakaian itu ternyata Ramadanil panggilan Danil (27). Warga setempat ditemukan pertama kali oleh salah seorang pelajar bernama Af, ketika hendak mencuci kaki sebelum pergi memancing di kolam miliknya tidak jauh dari tempat pemandian umum Kulim


Saat itu, Af kaget alang kepalang ketika melihat sesosok tubuh manusia tergeletak tak bergerak dalam posisi tertelungkup dengan kepala berada dekat air pemandian. Ketika diangkat oleh Af, ternyata Ramadanil tidak bergerak dan AF tidak kuat mengangkat Ramadanil sendirian.

Af  lalu berlarian ke rumah orangtua Ramadanil, tidak jauh dari tempat pemandian umum Kulim, untuk memberitahu orangtua Ramadanil, Muklis dan seorang masyarakat lainnya bernama Ari.

Mendengar informasi dari Af, Muklis terkejut dan langsung menuju tempat pemandian umum Kulim untuk melihat anaknya yang tergeletak tidak bernyawa itu. Muklis tidak menduga kalau anak tersayangnya yang selalu membantu dirinya ke sawah dan kebun kini terbujur kaku tidak bernafas di tempat pemandian umum Kulim, saat hendak mencuci pakaian.

Saat itu juga, mayat Ramadanil diangkat oleh ayahnya Muklis dibantu masyarakat lainnya ke rumahnya. Informasi meninggalnya Ramadanil di tempat pemandian umum Kulim hanya dalam hitungan menit langsung beredar di saentero Nagari Balai Panjang, Lareh Sago Halaban.

Salah seorang tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban, Rohman Silitonga, saat di lokasi menyebutkan, Ramadanil berangkat dari rumah untuk pergi mencuci ke tempat pemandian umum Kulim sekitar pukul 08.30 wib dan sekitar pukul 09.15 ditemukan sudah tergeletak tidak bernyawa di lokasi pemandian umum Kulim itu.

"Memang benar ada seorang masyarakat kita yang ditemukan sudah meninggal di tempat pemandian umum Kulim. Dia sehari-hari bertani, dan belum bekeluarga, jadi tinggal bersama orangtuanya. Dari riwayat penyakit tidak ada ya, namun diduga mengalami pusing dan jatuh lalu terbentur di tembok tempat pemandian umum Kulim, hingga meninggal," sebutnya.

Kapolsek Luak, AKP Syamsurijal membenarkan telah ditemukan seorang pemuda tergeletak tidak bernyawa di lokasi pemandian umum. Dari hasil visum luar tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Ramadanil.

"Memang benar ada ditemukan mayat di tempat pemandian umum Kulim oleh seorang bernama AF, saat hendak mencuci kaki di pemandian Kulim. Kemudian setelah dibawa kerumahnya, kemudian pihak dokter dari puskesmas Halaban bernama Muhammada Fitria didampingi Kepolisian Polsek Luhak melakukan visum luas terhadap Ramadanil. Dari pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dilakukan orang lain," sebut Kapolsek Luhak, AKP Syamsurijal, Selasa (10/4) kepada wartawan. (li2)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru