oleh



Razia Pekat Tim 7 Payakumbuh: 14 Remaja Terjaring, Puluhan Lem Cap Banteng Ditemukan Petugas

PAYAKUMBUH (Metrans)

Aktivitas masyarakat yang meningkat setiap malam minggu khususnya para remaja, membuat pihak keamanan baik kepolisian maupun Pemko Payakumbuh dengan Tim 7-nya terus meningkatkan frekuensi patroli dan razia.

Alhasil, dari razia yang digelar pada Sabtu (3/11) sekira pukul 23.30 WIB, 8 pemuda dan 6 pemudi dan satu unit kendaraan diamankan petugas. Bahkan petugas juga menemukan puluhan plastik yang berisi lem cap banteng.


Awalnya, Tim 7 bergerak dari Markas Satpol PP Payakumbuh, langsung menuju terminal Koto Nan Ompek.

Ketua Harian Tim 7, Devitra mengatakan, kawasan terminal milik pemerintah provinsi ini kerap dijadikan tempat berkumpul para remaja setiap malam minggu, mulai dari pukul 19.30 WIB hingga tengah malam. Lokasi ini cukup gelap dan mesti segera diberikan penerangan.

Melihat kedatangan petugas saat mendekati pukul 24.00 WIB, sejumlah remaja itu langsung kabur meninggalkan lokasi, namun 2 orang perempuan kalah cepat dari petugas dan berhasil diamankan.

"Ternyata 2 orang perempuan ini bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi terminal dan diminta memanggil orang tuanya. Di lokasi, remaja ini diberikan pembinaan bersama ibunya. Dari pengakuan ibunya ketika dia sudah tertidur ternyata anak gadisnya kembali keluar rumah. Setelah membuat pernyataan, kedua remaja putri ini diserahkan kepada ibunya," papar Devitra yang juga merupakan Kasatpol PP dan Damkar Payakumbuh ini.

Kemudian, dari Terminal Koto Nan Ompek, petugas langsung menuju ke kawasan Sungai Pinago yang sedang dalam pembangunan normalisasi batang agam. Disini tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Tak berapa lama kemudian, sejumlah remaja yang masih tergolong anak-anak yang sedang asyik mengisap lem cap banteng (diperkirakan seusia siswa SLTP) langsung kabur meninggalkan lokasi ketika Tim 7 berpatroli di gerbang Unand Kampus 2 Kubu Gadang. 

"Mereka lari dengan secepatnya ke arah gedung unand yang tidak bisa dikejar lagi oleh petugas. Puluhan lem dalam kantong plastik ditemukan petugas di lokasi yang juga disaksikan oleh sejumlah mahasiswa yang memakai almamater Unand yang tinggal tidak jauh dari lokasi, sementara 1 unit kendaraan yang ditinggal terpaksa diamankan ke kantor Satpol PP," terang Devitra.

Selanjutnya, sekira pukul 00.30 WIB, sejumlah remaja yang terdiri dari 8 laki-laki dan 4 perempuan juga turut diamankan di atas tribun GOR Gelanggang Pacuan Kubu Gadang.

Mereka diamankan saat sedang asyik makan-makan. Namun karena sudah larut malam, apalagi ada 4 perempuan bersamanya, mereka tetap diamankan ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

Dari GOR Kubu Gadang, Tim 7 juga menertibkan hiburan organ tunggal pesta pernikahan di Kelurahan Sicincin yang masih beroperasi, padahal sudah jauh melewati izin waktu operasional yang dikeluarkan kepolisian. 

Tidak jauh dari lokasi itu, Tim 7 juga mengeluarkan teguran tertulis kepada pemilik Karaoke Tambak Indah yang masih beroperasi, namun tidak ditemukan satu orangpun wanita pendamping maupun tamu.

Terakhir, Tim melanjutkan patroli ke simpang Warna-warni Tanjung Anau, Jalan Soekarno-Hatta dan kembali ke Terminal Koto Nan Ompek dan setelah itu langsung kembali ke markas Satpol PP.

Para remaja yang terjaring malam itu ada yang berasal dari Kota Payakumbuh dan warga luar daerah lainnya. Kepada mereka, diberikan pembinaan, dipanggil orang tuanya dan membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan Pekat tersebut.

Pemko Payakumbuh mengimbau orang tua agar lebih ekstra mengawasi anak remajanya, apalagi remaja putri. Mirisnya, orang tua ketika anak gadisnya diamankan di Kantor Satpol PP, padahal jam sudah menunjukan pukul 03.00 WIB dini hari, tak satupun yang menghubungi dan mencari dimana keberadaan anak gadisnya.

"Kepada orang tua juga diminta agar tidak membiarkan anaknya untuk mempreteli motor sehingga tidak memenuhi standar lagi. Banyak motor yang kita temukan dimana knalpot yang diganti dengan racing, plat nomor polisi kendaraan yang dicopot dan kaca spion yang dibongkar dan lain sebagainya," pungkas Devitra. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru