SEJAK KEWENANGAN DIAMBIL ALIH

Razia Tambang Ilegal Sering “Bocor”, Siapa Berkhianat?

Salah satu tambang emas di Sumbar (Ilustrasi)

PADANG (Metrans)

Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran sedang gencar-gencarnya melakukan razia tambang ilegal. Ironisnya, hampir sepertiga informasi razia tersebut bocor yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab yang  tergabung dalam razia penertiban di setiap kabupaten dan kota.

"Hampir sepertiga razia kita bocor. Ketika kita datang, kita hanya menemukan sisa-sisa aktivitas penambangan ilegal. Kuat dugaan kita dibocorkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Kami duga dari oknum dari dalam dan kemungkinan dari daerah yang akan kami tertibkan. Sebab, koneksi dari penambang yang ada di daerah pasti ada pada mereka," kata Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Sumbar, Zul Aliman kepada Metrans, Kamis (12/10) di Padang.


Dikatakan Zul Aliman, sejak kewenangan tambang sudah beralih dari kabupaten dan kota ke provinsi, tentu oknum ini akan menyelamatkan koneksinya tersebut dengan cara mencari informasi kapan akan turun ke lapangan. "Ini sifat timbal balik. Karena, penambang butuh menyelamatkan usahanya dan oknum ini membutuhkan kontribusi dari penambang. Ini yang akan dilacak siapa oknum yang membocorkan ini," ulas Zul.

Ditambahkannya, untuk anggotanya dari tim provinsi tidak mungkin membocorkan kemana akan melakukan operasi penertiban. Sebab, mereka tidak memiliki koneksi dengan penambang yang ada di kabupaten dan kota.

"Saya bahkan telah mewanti-wanti sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan penertiban jangan membocorkan kerahasiaan lokasi razia kepada siapapun. Alat komunikasi pun kami kumpulkan sebelum turun untuk menjaga kerahasiaan ini. Sehingga, tidak ada komunikasi saat razia untuk membocorkan kerahasiaan lokasi razia kepada siapapun," ulasnya.

Ditegaskan Zul, jika ada anggota Pol PP Sumbar yang bermain-main untuk membocorkan kerahasian razia penertiban, maka, siap-siap saja untuk diberhentikan.

"Akan saya pecat. Jika ada anggota saya yang membocorkan kerahasiaan razia pada seseorang. Dan, akan langsung saya laporkan kepada Bapak Gubernur untuk mengambil langkah selanjutnya terkait dengan anggotanya tersebut," tegasnya.        

Dikatakannya, beberapa lokasi yang dilakukan razia di kabupaten dan kota ada beberapa yang ditemukan bocor hingga tidak ada penambangnya bahkan barang bukti juga tidak ditemukan. Diantaranya,  Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung dan Pesisir Selatan serta ada beberapa daerah lainnya.

"Kami tim akan melakukan evaluasi untuk mengantisipasi kebocoran setiap razia penertiban tambang di kabupaten dan kota yang ada di Sumbar," jelasnya.

Untuk diketahui dari data laporan temuan lokasi pertambangan yang melanggar peraturan daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang pengelolaan usaha pertambangan mineral dan batubara di Sumbar. Per 31 Maret 2017 di Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat delapan titik tambang yang berada di Kambang, Lakitan, Kambang Utara, Kambang Barat, Kecamatan Lengayang dan Ampek Koto Hilia Kecamatan, Batang Kapas jenis tambang batuan sirtukil. Kota Padang, satu titik tambang yang berada di Kuranji, Kecamatan Kuranji jenis tambang batuan untuk bahan baku semen. Kabupaten Sijunjung, dua titik tambang di  Kupitan, Kecamatan Tujuah Koto, dan Nagari Silokek Muaro, Kecamatan Tujuah Koto dimana jenis tambang berupa emas.

Serta Kabupaten Agam, nihil setelah terjadi penangkapan pelaku tambang oleh Pihak kepolisian pada 10 februari 2017 di Sungai Talang Jorong Banuhampu, Nagari Magopoh. Kota Pariaman ditemukan tiga titik tambang, yang berada di Marunggi dan Kampung Apa yang berada di Kecamatan Pariaman Selatan yang berupa tambang batuan sirtukil.

Per 31 Juli 2017 di Kabupaten Padangpariaman terdapat 12 titik yang berada di Kampung Dalam, Kecamatan Enam Lingkung, Kayu Tanam, Kecamatan Enam Lingkung, Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kampung Dalam, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Sungai Sirih, Kecamatan Batang Gasan, Sungai Nareh Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Bukit Gonggang,  Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Pilobang, Kecamatan Batang Gasan jensi tambang batuan sirtukil.  

Kemudian, per 4 Agustus 2017 di Kabupaten Pasaman di Nagari Cubadak Jorong Lunai, Kecamatan Duo Koto  satu titik tambang, jenis tambang logam. Per Mei 2017 di kabupaten Dharmasraya sebanyak tiga titik tambang yang berada di Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Sitiung Kecamatan Sitiung dan Sungai Ngilli, Kecamatan Pulau Punjung.

Per 31 September 2017 Kabupaten Solok ditemukan enam titik tambang di Aia Dingin, Lembah Gumanti dengan jenis tambang batuan (pasir, batu, kerikil). Kemudian, Kabupaten Solok Selatan dua titik tambang, di Lubuk Malako, Sangir Jujuan  jenis tambang batuan (pasir, batu, kerikil). Lalu, per 31 Agustus 2017 di Kabupaten Pasaman Barat enam titik tambang yang berada di Jorong Kartini, Kecamatan Gunung Tule, Muaro Kiawai, Kecamatan Sungai Aua, Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aua, Kinali, Kecamatan Kinali, Aia Gadang, Kecamatan Kinali, jenis tambang IUP OP batuan dan batuan. (pep)


Jangan Lewatkan