oleh



Rekonstruksi Kasus Pencuri Mobil Bunuh Rekannya, Tersangka Peragakan 14 Adegan

SOLOK (Metrans)

Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok Kota melakukan rekonstruksi pembunuhan sadis di Jorong Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Selasa (9/7). Sebanyak 14 adegan diperagakan Rahman alias Fito (28), tersangka pembunuhan sadis terhadap Delvy Busyra (41) pada 14 Mei 2019 lalu. Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi. Yakni lokasi pertama di rumah tersangka di jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, dan lokasi kedua di sebuah kincir air tempat terjadinya peristiwa pembunuhan.

Rekonstruksi dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Solok kota, Iptu Defrianto, dan disaksikan Kapolsek Bukik Sundi Iptu Thamrin Chan, Kasi Pidum Kejari Solok Ridwan dan penasehat hukum tersangka, Fatmawelly.


Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto, menyatakan dalam rekonstruksi perkara tersebut, terungkap fakta bahwa tersangka telah merencanakan sejak lama untuk menghabisi rekannya.

"Sudah direncanakan dari awal. Terbukti, tersangka sudah membawa sebilah pisau untuk membunuh korban Delvy Busyra di kincir air," sebut Iptu Defrianto, Rabu (10/7).

Tersangka terancam pasal 340 Jo 338 KUHP atas perbuatan menghilangkan nyawa orang lain dengan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun.

Sebelumnya, seorang pria paruh baya ditemukan terkapar penuh luka di kawasan Kincie, Jorong Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok, Selasa (14/5). Korban akhirnya diidentifikasi bernama Delvy Busyra (41), warga Jalan Singgalang, Kelurahan Gunuang Pangilun, kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo didampingi Wakapolres Kompol Budi Prayitno, Kasat Reskrim Iptu Defrianto, dalam konferensi pers di Mapolres Solok Kota, Jumat (17/5), menyatakan pembunuhan dilakukan bermotif dendam tersangka kepada korban, karena pembagian uang hasil kejahatan. Sebelumnya, pelaku pernah membantu korban dengan mengenalkan korban ke pembeli mobil L300 hasil curian korban. Namun setelah mobil terjual, korban tidak memenuhi janji. 

"Korban maupun pelaku merupakan anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor. Petugas terpaksa melakukan penembakan ke pelaku karena melakukan perlawanan saat ditangkap," ujarnya.

Dari hasil visum di RSUD Mohammad Natsir ditemukan, luka tusuk pada bagian leher sebelah kanan sebanyak 3 lubang , telinga sebelah kanan 1 tusukan, bahu kanan bagian belakang 1 tusukan, 1 luka sabetan pada dagu sebelah kanan, 1 luka sabetan pada telunjuk kiri. (rzl)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru