oleh

WARGA BATU BAJANJANG LAYANGKAN SURAT KE LBH PADANG

Rencana Eksplorasi dan Eksploitasi “Geo Thermal” di Gunung Talang Diprotes

SOLOK (Metrans)

Warga Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menentang rencana eksplorasi dan eksploitasi sumber panas bumi (geo thermal) yang berada di kawasan tersebut. Lokasi rencana pengeboran yang dinamai Blok Gunung Talang-Bukit Kili tersebut, diprotes karena dikhawatirkan akan memberikan dampak kerusakan lingkungan. Meski saat ini proses pengeboran belum berlangsung dan masih dalam tahap sosialisasi, masyarakat di sekitar lokasi yang akan menjadi tempat ekploitasi sudah melakukan penentangan. Bahkan, surat protes sudah mereka layangkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.

(Baca juga: Kehidupan Pertanian Masyarakat di Gunung Talang - Bukit Kili Bisa Terancam)


Dari informasi yang dihimpun Metrans, pihak PT Hitay Daya Energy telah melakukan tiga kali sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Namun, dari sosialisasi tersebut, hingga kini belum ada titik temu. Bahkan pada pertemuan terakhir sosialisasi berlangsung alot, karena kekhawatiran masyarakat yang cukup tinggi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas ini. Karena tidak puas, masyarakat kemudian melayangkan pengaduan ke LBH Padang.

“Setahu kami sudah 3 kali dilakukan sosialisasi, namun tidak ada titik temu. Hal ini terkait dampak lingkungan dan kerusakan lahan pertanian masyarakat yang ditimbulkan jika pengeboran ini dilakukan,” kata salah seorang warga, yang minta namanya tidak diekspos, Rabu (19/7).

Menanggapi resistensi dari masyarakat, Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo mengaku belum mengetahui adanya gejolak di masyarakat terkait masalah ini. Gusmal bahkan menyayangkan menyayangkan adanya masyarakat yang mengadukan masalah ini sampai ke LBH.

“Seharusnya mereka bicarakan dulu masalah ini dengan kami, jangan langsung ke atas,” kata Gusmal melalui pesan WhatsApp-nya.

Lebih lanjut, Gusmal mengatakan meski program ini adalah program nasional dan akan mendatangkan pendapatan bagi daerah, namun pihaknya berjanji akan melakukan kajian ulang terkait keluhan masyarakat ini. “Kita akan pelajari apa yang menyebabkan gejolak di masyarakat itu. Saya yakin pasti ada sesuatu,” ujarnya singkat. (rzl)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru