oleh



Resmikan Jalan Tol, Presiden Dijadwalkan ke Sicincin

PADANG (Metrans)

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan pembangunan awal (Ground Breaking) Jalan tol Padang- Pekan Baru di Sicincin, Padang Pariaman pada pertengahan Oktober ini. Hal itu dikatakan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sebelum memulai rapat koordinasi kedatangan Presiden usai pelantikan Kepala Inspektorat Provinsi di Auditorium Gubernuran, Selasa (3/10).

"Jadi dua minggu lagi Presiden akan datang. Hari ini (Selasa-red) kita mau rapatkan. Selain melakukan ground breaking Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan meresmikan penggunaan pabrik Semen Padang Indarung VI, pengendalian Batang Anai, penyerahan sertifikat tanah, dan peresmian sekolah akademi pelayaran," ujar Irwan Prayitno.


Menurut Irwan Prayitno, informasi itu diperolehnya setelah mendapatkan kabar dari Menteri Pekerjaana Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono.

"Pak Basuki nelpon saya tadi malam (kemarin, red) berikan informasi tersebut. Bahwa Presiden akan ke Sumbar terkait pembangunan jalan tol Padang- Pekanbaru ini," ulasnya.

Pembangunan fisik jalan tol awalnya dimulai pada 2018, sementara tahapan pembebasan lahan Oktober sudah dimulai. Untuk pembebasan lahan ini, pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Semuanya melalui dana yang diupayakan pemerintah pusat.

"Semua dananya baik fisik dan pembebasan lahan dari pusat, kita hanya untuk mendukung pembebasan lahan,"sebut Irwan Prayitno.

Dalam rencananya, pengerjaan fisik dimulai 2018 dalam tiga tahap. Tahap pertama, Padang-Sicincin, tahap dua Pekanbaru-Bangkinang dan tahap tiga Sicincin-Bangkinang. Pengerjaan itu sesuai dengan ketersediaan anggaran di pemerintah pusat.

Untuk pengerjaan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru akan dimulai secara bertahap. Untuk tahap awal pengerjaan dari Padang-Duku-Sicincin dengan anggaran sebesar Rp6 triliun sepanjang 27 kilometer dan lebar 60 meter. Sedangkan dari Arah Pekanbaru dimulai dari Pekanbaru-Kampar sepanjang 17 kilometer.

"Kita sedang menyiapkan DPPT, jika itu rampung dalam waktu dekat pengerjaan kemungkinan bisa dilaksanakan pada Februari 2018," sebutnya.

Dalam DPPT nantinya akan ada trase final (garis tengah) jalan, setelah itu baru penunjukan Konsultan yang akan bekerja awal bulan Oktober, kemudian DPPT diserahkan kepada Gubernur untuk dibuatkan Penlok (penetapan lokasi). Kemungkinan katanya ada perubahan trase dari trase awal, sebab ada perubahan lebar dan trowongan. Trowongan sekitar 7 kilometer lintasan bukit barisan arah Payakumbuh. (pep)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru