oleh



Resmikan Kantor KAN Sumpur, Wabup: Bersama Kita Rawat dan Jaga

SUMPUR (Metrans)

Warga Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar tumpah ruah di halaman kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sumpur, Kamis (14/11/2019). Mereka antusias mengikuti prosesi peresmian kantor KAN yang megah dan baru saja selesai dibangun kembali.

Kantor KAN itu pertama kali dibangun tahun 1936. Karena dimakan usia dan lapuk, balai adat tersebut perlu perbaikan. Untuk pembangunannya kembali, menghabiskan dana RP 800 juta yang berasal dari bantuan Yayasan Tirto Utomo Jakarta.


"Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Tirto dan juga apresiasi untuk semangat gotong royong dan kebersamaan warga Sumpur yang berhasil mendirikan balai adat yang megah ini," kata Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma saat peresmian Kantor KAN Sumpur, Kamis (14/11/2019).

Turut hadir pengurus Yayasan Tirto Utomo Jakarta, Lisa Tirto Utomo beserta rombongan, wakil Kementerian Sosial RI, anggota DPRD Tanah Datar Kamrita, Ketua Yayasan Sahabat Sumpur H Rusdi Syafri, Ketua Yayasan Rumah Asuh Yori Antar, Camat Batipuh Selatan Heru Rachman serta Forkopimca, Ketua LKAAM Tanah Datar, walinagari se Kec. Batipuh Selatan beserta unsur ninik mamak, bundo kanduang, cadiak pandai, alim ulama tokoh masyarakat dan lainnya.

Wabup berharap, partisipasi warga yang sangat besar dalam membangun balai adat jangan sampai sia-sia. Semangat gotong royong itu harus selalu dipelihara.

"Kita bukan membangun lagi, tetapi tugas selanjutnya adalah melestarikan, merawat dan menjaga yang sudah kita buat hari ini," katanya.

Ini penting, tegas Zuldafri, karena pelestarian serta pemanfaatan balai adat adalah salah satu upaya dalam mendidik sekaligus benteng bagi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Kantor KAN Sumpur, H Yohanes Syarif menyebutkan, pembangunan kembali Kantor KAN dimulai tahun lalu UBH berperan besar mempelopori pembangunan kantor KAN dengan gambar bangunan dibuat oleh almarhum Ir Eko Alvares. Pekerjaan teknisnya dilakukan oleh Jony Wongso yang juga dosen arsitektur UBH dan para mahasiswanya.

"Bentuk bangunannya tidak berubah. Hanya ada beberapa tambahan, seperti gonjong dan dua buah lumbung di depan bangunan bagian utara, serta ornamen ukiran yang diperoleh dari sebuah gadang yang usianya sudah lebih dari 200 th. Ornamen ukiran itu mengandung filosofi kepatuhan pada pemimpin," kata Yohanes yang biasa disapa H Yos ini.

Selanjutnya, pada bagian bawah bangunan Kantor KAN agak ditinggikan, karena akan dijadikan sebagai ruang perpustakaan dan galeri. Seluruh foto dan dokumen sejarah tentang Nagari Sumpur, termasuk para tokohnya seperti Khatib Sulaiman dan penyair M Rajab, akan di simpan di ruangan tersebut.

"Rencana lainnya adalah membangun sekolah pelatihan adat yang dananya juga dibantu Yayasan Tirto Utomo," terangnya.

H Yos juga mengharapkan agar pemanfaatan dan perawatan balai adat ini bisa dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat. Apalagi Sumpur sudah dinobatkan sebagai nagari percontohan adat. Sehingga dengan adanya Kantor KAN yang representatif ini, semangat kebersamaan warga tetap terawat dalam membangun nagari.

"Kita hendaknya dapat memberikan contoh pada masyarakat tentang pentingnya persatuan seluruh warga. Seberapa pun beratnya sebuah pekerjaan kalau dilakukan secara bersama-sama maka pekerjaan tersebut akan terasa lebih ringan," katanya. (devi)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru