Satnarkoba Polres Tanah Datar Gagalkan Peredaran 1 Kg Ganja Siap Edar

Tersangka Sugeng dengan barang bukti 1 kg ganja kering.

BATUSANGKAR (Metrans)

Satuan Narkoba Polisi Resort Tanah Datar kembali menggagalkan peredaran 1 kg narkoba jenis ganja kering dari tangan seorang pelaku berinisial Jefri alias Sugeng (45) warga Jorong Aur Duri Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar sekitar jam 22.30 Wib, Kamis (01/03).

Sebelumnya, 12 orang pelaku penyalahgunaan narkoba sudah diamankan Sat Narkoba Polres Tanah Datar dengan barang bukti yang cukup banyak, baik jenis sabu maupun ganja.


Dari tangan Sugeng, polisi berhasil mengamankan daun ganja kering siap edar sebanyak 1 paket besar seberat 1 kilogram, 33 paket kecil yang diakui pelaku dijual seharga Rp30 ribu per paket, 44 paket kecil seharga Rp15 ribu per paket dan uang hasil penjualan ganja sebanyak Rp3.410.000,-

Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas didampingi Kasat Narkoba AKP. Syafrinal kepada wartawan, Jumat (02/03) mengakui adanya penangkapan seorang pelaku pemilik daun ganja kering di Lintau Kecamatan Lintau Buo Utara oleh anggotanya.

“Sebelum dilakukan penangkapan, pelaku sudah diintai oleh anggota di lapangan berdasarkan laporan masyarakat. Setelah memastikan pelaku berada di rumahnya, anggota langsung melakukan pengerebekan,” ucap Kapolres.

Setelah dilakukan pengeledahan di tempat yang dicurigai pelaku menyimpan barang bukti lainnya, ternyata di atas lemari plastik di kamar pelaku ditemukan jumlah paket sebanyak 32 dan 44 paket dengan nilai jual yang berbeda, dan satu paket besar seberat 1 kg di dalam karung yang disembunyikan pelaku di atas plafon rumahnya,” ulas Bayuaji.

Saat ini tersangka Sugeng dan barang bukti daun ganja kering itu sudah diamankan untuk penyidikan lebih lanjut.

“Hukuman berat akan menanti para tersangka pengedar narkoba di wilayah kabupaten Tanah Datar, dan kami minta kepada masyarakat untuk segera melaporkan gerak gerik yang mencurigakan tentang peredaran narkoba ini,” tegas Kapolres.

Terhadap pelaku disangkakan telah melanggar pasal 114 ayat (1) jo pasal 111 (1) jo pasal 127 UU No 35 th 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, tutur Bayuaji. (eri)


Jangan Lewatkan