Satpol PP Padang Jaring 11 Pria dan Wanita saat Gerebek Kontrakan, Ada yang Mengaku ODP Corona

Para remaja yang dijaring petugas di sebuah kontrakan kawasan Lubuk Begalung saat berada di Mako Satpol PP Kota Padang. (Foto: Humas)

PADANG (Metrans)

Satpol PP Kota Padang menggerebek salah satu kontrakan di kawasan Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (1/4). Alhasil, 11 orang remaja yang terdiri dari beberapa laki-laki dan perempuan itu dijaring petugas.

Saat melakukan penggerebekan, puluhan personel Satpol PP sempat terkejut. Betapa tidak, satu orang perempuan dari mereka yang dijaring, mengaku berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) virus corona atau Covid-19. Perempuan berinisial FN itu mengaku baru kembali dari Jakarta sekitar 15 hari belakangan dan dinyatakan ODP.


Kasat Pol PP Kota Padang, Alfiadi mengatakan, penggerebekan itu berrawal dari laporan masyarakat setempat yang telah resah oleh keberadaan mereka yang sering bercampur saja laki-laki dan perempuan yang berada di sana.

Petugas yang mendapat laporan langsung menuju lakosi, sesuai laporan ditemui rumah semi permanen di kawasan tersebut, terdiri dari beberapa kamar berdinding papan.

"Di dalam ruangan tersebut ada yang kepergok petugas mereka berpasangan laki-laki bersama teman perempuanya di sana. Ada juga sedang duduk, dan sebahagian lagi sedannh tidur pulas. Diduga melakukan perbuatan kumpul kebo karena sudah bercampur saja laki-laki dan perempuan, serta mereka juga tidak ada ikatan hubungan suami istri," jelas dia.

Ia mengatakan, belasan yang orang yang mayoritas masih remaja itu, saat dilakukan penertiban tidak bisa melihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu identitas diri ataupun surat nikah kepada petugas.

"Mereka tidak mempunyai kartu identitas serta surat nikah," sambung dia.

Dalam rangka proses lebih lanjut, kata Alfiadi, belasan orang ini langsung digiring ke Mako Satpol PP Kota Padang. Sementara, terkait perempuan yang mengaku ODP, diketahui berasal daerah Bukittinggi setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh PPNS. 

"Ternyata perempuan mengaku ODP hanya untuk mengelabui petugas. Hal tersebut diketahui setelah Satpol PP telepon langsung orang tua yang bersangkutan. Untuk selanjutnya petugas langsung antarkan yang bersangkutan ke Travel yang menuju Bukittinggi," jelas Alfiadi.

[*/Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan