Satpol PP Pessel dan Polsek Lengayang Razia Warkel di Kambang

Salah satu warung kelambu di Kambang saat dirazia tim gabungan

PAINAN (Metrans)

Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama tim Polsek Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menggelar razia ke pasar tradisional yang ada di Kambang, Kecamatan Lengayang pada Sabtu (10/6).

Razia itu dilakukan dilarang membuka warung makanan atau warung kelambu ( Warkel ) pada siang hari selama bulan Suci Ramadhan.


Hasil pantauan Metrans di lapangan warung kelambu yang kena razia petugas saat itu yakni, warung Bakso milik Katiam (48), warung sate milik Murdiati (42), warung nasi milik Emi (52), dan Frengky Fernando (28), warung soto milik Jon Prima (32), dan dua diantaranya pedagang mercun, yakni milik Mira Handayani (34) dan Fitriani (32).

Kabid Trantibum Mirza didampingi Kasi Trantibum Edison mengatakan sejumlah warkel yang dirazia saat itu, diketahui beroperasi sejak pagi sampai sore harinya, atau hingga pengunjung pasar sepi.

"Kita sangat menyayangkan sekali hal ini terjadi. Sebab, masih saja ada pemilik warung yang menyediakan makanan untuk orang yang tidak berpuasa pada hal kita sudah melarang.Tolong hormati orang yang sedang berpuasa," kata dia

Ia menyebut walaupun sudah dilarang membuka warung makanan atau warung kelambu (Warkel), pada siang hari selama bulan Ramadhan ini. Kenyataanya, aktivitas tersebut masih saja terjadi.

"Begitu petugas datang, terlihat berbagai reaksi dari pengunjung saat itu. Menariknya ada yang tenang-tenang saja," ucapnya.

Kemudian, kata dia, saat petugas datang merazia warkel tersebut, para pengunjung terlihat kocar-kacir meninggalkan tempat itu. Bahkan, adapula yang panik dan langsung kabur meninggalkan makanan yang baru saja dipesannya.

"Sehingga kami hanya bisa menindak penjualnya dengan menyita sejumlah lauk-pauk, untuk dijadikan barang bukti", ujarnya.

Lanjut, dia katakan, bagi pemilik warkel tersebut, langsung diberikan arahan dan teguran keras, supaya tidak berjualan lagi pada siang hari selama bulan suci ramadhan.

"Apabila masih melanggar, maka akan di proses sesuai aturan yang berlaku", tegasnya.

Pihak kita komitmen memberantas pekat selama bulan suci Ramadhan, sesuai instruksi bapak Bupati," kata Mirza mengakhiri.


Jangan Lewatkan