oleh

KETUA ORGANDA SUMBAR S. BUDI SYUKUR:

Sayangkan Kebijakan Pemerintah Batasi Truk H-7 dan H+7 Idul Fitri

PADANG (Metrans)
Ketua Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sumatera Barat S. Budi Syukur menyayangkan sekali kebijakan pemerintah pusat yang membatasi truk pengangkut logistik selama H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri. 

"Kita sangat menyayangkan sekali kebijakan yang tak membolehkan truk pengangkut logistik melewati jalan provinsi dan nasional selama H-7 dan H+7 Idul Fitri , karena dampaknya sangat besar terhadap ekonomi rakyat," ujar S. Budi Syukur kepada Metrans di Padang, Kamis (22/6).

Dia mengatakan sangat memahami kenapa pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan itu, yakni memberi kesempatan rakyat merayakan Idul Fitri di kampung halaman dengan aman dan lancar.


"Ya, setidaknya pemerintah harus bisa mencarikan solusi yang baik," katanya.

Sebab, tambahnya, banyak sekali yang terkena imbas akibat kebijaksanaan seperti ini, yang tidak saja terhadap pemilik dan sopir truk saja, tapi juga terhadap stake holder lainnya.

Untup pengemudi truk yang penghasilannya hanya berdasarkan 'trip' itu, maka selama H-7 dan H+7 itu otomatis tidak berpenghasilan sama sekali.

Selain itu, dia juga memberi contoh petani sawit yang sudah harus memetik buah sawitnya. Si petani akan kebingungan mau diapakan buah sawitnya.

"Petani itu maju kena mundur kena. Diambil buah sawitnya mau dibawa kemana, tidak diambil sawitnya juga akan merugikannya," katanya.

Untuk itu dia minta agar ke depannya kebijakan membatasi truk-truk pembawa logistik ini bisa diatur sedemikian rupa, sehingga tidak merugikan pihak manapun.

"Ya, kita berharap ke depannya pemerintah dapat merobahnya ke arah lebih baik lagi," katanya mengakhiri.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru