AWAL TAHUN SERING TERJADI

Sejumlah Puskesmas di Pasaman Barat Kehabisan Stok Obat

SIMPANG EMPAT (Metrans)

Sejumlah obat di Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kehabisan stok sehingga mengakibatkan sejumlah pasien mengeluh.

"Benar, sejumlah obat dengan item tertentu kehabisan stok. Namun bisa diganti dengan obat yang lain, fungsi sama tapi merk berbeda," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Haryunidra di Simpang Empat, Senin.


Ia mencontohkan obat sakit kepala memiliki banyak merk dan ragam. Kalau misalnya pasien biasa mengkonsumsi obat dengan mereka A sekarang diberi dengan merek B tapi fungsi sama.

Ia mengatakan, di awal tahun biasanya stok obat sering habis karena beberapa faktor salah satunya proses produksi obat dan keterlambatan pendatangan obat dari luar negeri.

Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, karena diperkirakan April obat-obat tersebut akan datang.

"Paling lama bulan April stok obat kita datang. Yang jelas kita akan carikan solusinya. Pasien tidak boleh terlantar karena stok obat mandek. Karena kita akan carikan terus solusinya," ujarnya.

Salah seorang pasien yang berobat ke Puskesmasi Aia Gadang, Eni mengatakan obat yang diberikan oleh puskesmas tidak sama ketika dia berobat beberapa waktu yang lalu, padahal dengan penyakit yang sama.

"Mereka bilang obat merk itu belum datang. Padahal saya cocoknya dengan obat yang merek itu," katanya.

Ia berharap, stok obat untuk puskesmas bisa secepatnya datang sehingga pasien tidak perlu kecewa lagi jika berobat ke puskesmas. Apalagi, puskesmas sebagai tempat berobat yang pertama sekali bagi masyarakat yang ada di nagari.

Salah seorang tenaga kesehatan di salah satu puskesmas yang tidak mau disebutkan namanya, stok obat habis karena pasien yang berobat ke puskesmas juga naik draktis.

Biasanya pasien berobat hanya 25 orang per hari, sekarang bisa naik mencapai 50 orang. Dengan bertambahnya pasien obat juga cepat habis.


Jangan Lewatkan