Selingkuh di Tempat Umum, Pria di Payakumbuh Divonis 10 Hari Penjara, Wanita Didenda Rp1 Juta

Kedua terdakwa saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Payakumbuh, Jumat (20/3).

PAYAKUMBUH (Metrans)

Dua terdakwa mesum divonis bersalah oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh, Jumat (20/3). Keduanya yakni KF (31) dan RFA (33). Mirisnya, kedua terdakwa sama-sama sudah mempunyai keluarga, namun tetap nekat untuk melakukan hasrat berbuat mesum di tempat umum.

Sebelumnya mereka dituntut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP karena telah melakukan perbuatan yang mengarah kepada perzinaan dan melanggar Pasal 15 junto Pasal 6 Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Pekat dan Maksiat.


Di hadapan hakim tunggal, Agung Darmawan, setelah mendengar keterangan dua orang saksi yang diajukan penyidik Satpol PP, Ricky Zandra, kedua pelaku mengakui memang benar telah melakukan perbuatan yang mengarah ke perzinaan berupa oral sex dan yang bersangkutan menyesali perbuatannya.

Sidang yang dihadiri langsung Kasatpol PP dan Damkar Payakumbuh, Devitra bersama Sekretaris, Erizon itu diputuskan oleh hakim setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan kedua terdakwa.

Untuk pelaku pria KR diputuskan hukuman oleh hakim 10 hari kurungan tanpa subsider. Namun yang bersangkutan diberi waktu untuk mengajukan banding dan berpikir selama 1 minggu karena putusan hakim adalah dengan merampas kemerdekaan yang bersangkutan berupa kurungan. Jadi secara aturan dibolehkan untuk mengajukan banding.

Sedangkan pelaku RFA diputus oleh hakim dengan denda Rp1 juta subsider 7 hari kurungan, tanpa bisa banding (putusan final).

"Perkara seperti ini baru kali pertama kita ajukan ke pengadilan. Perkara yang banyak dan telah kita ajukan selama ini baru terkait dengan miras, PKL dan berjualan di bulan Ramadhan. Mudah-mudah putusan hakim akan memberi efek jera kepada pelaku dan memberi pelajaran kepada masyarakat," ungkap Devitra.

Ia mengatakan, ke depan, pihaknya akan berkomitmen mengajukan perkara sejenis terkait penyakit masyarakat dan maksiat, baik itu perzinaan maupun perbuatan yang mengarah kepada perzinaan sesuai dengan Perda Kota Payakumbuh Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pembrantasan Penyakit Masyrakat dan Maksiat.

"Kepada masyarakat kami imbau agar segera melaporkan kejadian pelanggaran pekat dan maksiat dan akan ditindak lanjuti oleh Satpol PP Payakumbuh. Di samping itu kita juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan tidak memutuskan denda sendiri tanpa ada dasar hukum yang jelas," sambung dia.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, bahwa perkara ini adalah terkait perbuatan mesum di tempat umum "oral sex" oleh pelaku KF dan RFA di bawah "rumah bulek" gelanggang pacu kuda Kubu Gadang Payakumbuh pada Sabtu (14/3) lalu.

KR dan RFA tertangkap tangan oleh sejumlah pemuda yang biasa bermain di sekitar lokasi dan dibawa oleh personel Satpol PP ke kantor Satpol PP untuk dilakukan proses penyidikan.


Jangan Lewatkan