USAI SALAT TARAWIH

Sepasang Remaja Digrebek Warga dalam Kamar Kos di Padang

Anggota Satpol PP Kota Padang saat menjemput pemuda tersebut.

PADANG (Metrans)

Setelah selesai melaksanakan salat Tarawih, sepasang remaja inisial NF (21) laki-laki dan YL (20) wanita digrebek warga dalam keadaan setengah telanjang di dalam sebuah kamar kos-kosan di komplek Perumahan Kharismata Permai RT01 RW05 Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Rabu (31/5) sekitar pukul 22.00 Wib.

Ketua Pemuda setempat, Riyan mengungkapkan penggrebekan itu berawal dari informasi salah seorang warga bahwasannya ada salah seorang wanita baru saja masuk kedalam kosan pria sekitar pukul 20.00 WIB selepas salat Isya. Namun, Riyan tidak langsung melakukan penggrebekan namun hanya memperhatikan gerak-gerik mereka dari jarak jauh.


"Kami tidak langsung masuk kedalam kosan itu untuk menangkap mereka. Tetapi kami mengamati dulu kegiatan mereka dari jarak jauh. Begitu kami mencoba untuk masuk, pintu kos ternyata dikunci dari dalam dan kami segera mendatangi pemilik kos untuk meminta kunci cadangan. Saat pemilik kos membuka pintu, kami dapati si pria lagi setengah telanjang sedangkan yang wanita lagi memasang celana," ungkap Riyan saat menceritakan kronologis kejadian.

Karena ulah mereka, amarah warga tak terbendung. Keduanya jadi bulan-bulanan warga. Demi keamanan kedua pasangan tersebut, akhirnya mereka diserahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang pada saat itu.

Sementara itu, Kepala Satuan Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Padang, Dian Fakri mengatakan anggota yang piket saat itu mendapatkan informasi melalui telfon salah seorang warga bahwasannya ada sepasang muda-mudi yang tertangkap karena berduaan di dalam kamar kos setengah telanjang, dan emosi warga tak terkontrol lagi akibat ulah mereka.

"Demi menjaga keamanan keduanya, personil kita kirim ke sana untuk menjemput. Karena informasi yang kita dapat warga semakin banyak dan amarah warga semakin tinggi takutnya nanti tak terbendung oleh ketua Pemuda dan RT setempat, makanya kita amankan dulu," kata Dian.

Lebih lanjut dikatakan Dian, keduanya telah diserahkan Kamis pagi (1/6) ke PPNS untuk dilakukan pemeriksaan dan akan dilakukan pengambilan sampel darah. 

"Kita juga lakukan pemangilan kepada kedua orang tua atau pihak keluarga mereka sebagai penjamin," katanya. (han)


Jangan Lewatkan