oleh

Mianangkabau Cup

Sungayang dan Guguak Tuan Rumah 8 Besar

Padang, Khazanah-Tak adanya sistim gugur di Putaran Final Provinsi Sumbar lantaran upaya perbanyak jam terbang untuk pemain-pemain usia muda terutama kelahiran 1997 dan setelahnya, yang jadi salah satu regulasi pemain di turnamen MkC II-2018/2019.

Otomatis, sistim setengah kompetisi dari Babak 35 Besar, 16 Besar dan 8 Besar tentu memerlukan banyak venue pertandingan.

"Panitia MkC II-2018/2019 membuka kesempatan kepada semua tim yang lolos ke Putaran Final Provinsi melalui “bidding” tuan rumah," terang Sekertaris Panitia N Nofi Sastera di Padang, Kamis (7/3/19)


Katanya, dibukanya peluang semua daerah untuk menjadi tuan rumah, agar semua daerah merasakan kemeriahan turnamen. Menikmati bahwa sepakbola memang hiburan rakyat. Selain itu, menyediakan ruang pembelajaran tentang bagaimana menata sebuah hajatan sepakbola sesuai regulasinya. Menstimulasi personal-personal agar punya kapasitas dan kompatibel sebagai panpel yang baik.  

“Sepakbola Badunsanak”, kunjung mengunjungi daerah yang  jarang tersambangi. Di Babak 35 Besar dan 16 Besar, telah 11 tempat/lokasi sebagai tuan rumah. Hal yang sama di Babak 8 Besar, dua venue akhirnya terpilih dan ditetapkan jadi tuan rumah yakni Sungayang Tanah Datar dan Guguak Limapuluh Kota," terangnya.

Katanya, ditunjuknya dua daerah ini, karena banyak aspek yang mendukung, di antaranya suasana pertandingan nantinya dan ada fasilitas penginapan untuk semua tim tamu dari hari pertama pertandingan sampai hari terakhir.
 
"Delapan tim yang lolos ini mengajukan diri sebagai tuan rumah. Setelah kami pelajari, maka diputuskan untuk grup M akan dituan rumahi oleh Kecamatan Sungayang yang digelar di lapangan Pulai. Dan Grup N, Kecamatan Guguak yang ditabuh di lapangan Gelora Bakti, Tanjung Jati," terangnya.

Selain itu, jelasnya, saat menjadi tuan rumah di Babak 35 Besar. Panpel lokal di Sungayang dan Guguak, sanggup menyelenggarakan pertandingan dengan sangat baik, aman dan lancar sesuai regulasi. Tidak ada keributan dan melayani tim tamu dengan nyaman.  

"Tiga penilaian, pertama punya lapangan pertandingan yang representatif, kedua profesionalitas kerja panpel lokal dan ketiga menanggung fasilitas penginapan tim tamu. Ini semua disangupi Sungayang dan Guguak, maka kami putuskan mereka menjadi tuan rumah," jelasnya. (Faisal Budiman)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru