oleh

REMBUG MADYA KTNA NASIONAL 2018

Sumbar Maksimal Persiapkan Penas KTNA XVI Tahun 2020

PADANG (Metrans)

Kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVI akan digelar tahun 2020 dengan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Tuan Rumah pelaksananya. Kendati masih dua tahun lagi, persiapan matang dilakukan Sumbar mulai dari sekarang. Pembahasan awal secara nasionalpun dilakukan, dimulai dengan kegiatan Rembuh Madya KTNA Nasional 2018 yang digelar di salah satu hotel di Kota Padang, 20-22 Maret ini.

“Kami bersungguh-sungguh dan serius dalam menyiapkan. Ini agar sukses nantinya. Meskipun masih rapat awal, tapi tetap serius dilaksanakan,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam kata sambutannya saat membuka Rembug Madya KTNA Nasional, Selasa (20/03).


Dalam kegiatan pestanya petani dan nelayan nasional di tahun 2020 tersebut, Gubernur mengatakan Sumbar mampu menampung sekurang-kurangnya 50 ribu peserta yang akan berdatangan. Untuk itu, sebagai tuan rumah, Sumbar punya tanggung jawab persiapan yang maksimal.

Kegiatan yang sekaligus jadi ajang promosi Sumbar tersebut, di Kota  Padang akan berlokasi di Aia Pacah By Pass.

“Kita siapkan di sana tempatnya, sesuai untuk acara-acara. Fasilitas juga disiapkan termasuk tanaman-tanaman yang mulai Kitatanam saat ini, untuk nanti jadi lokasi agrowisata di kemudian hari. Jadi bukan sementara, bisa berkelanjutkan. Meskipun acara ini nantinya cuma seminggu berjalan, tapi bekas tempat itu bisa dijadikan lokasi wisata pertanian,” jelas Gubernur.

Menurut Irwan, Penas KTNA XVI di Sumbar yang akan merangkaikan seitar 120 agenda kegiatan dari delapan bidang ini, diharapkan bisa memberi semangat bagi para petani dan nelayan untuk berkiprah, karena dengan hadirnya ribuan orang bisa terbentu satu hubungan yang kuat dan saling memberi informasi serta masukan terutama dukungan bagi Sumbar sendiri.

“Penas KTNA juga bisa gerakkan ekonomi di Sumbar dalam waktu tertentu,” katanya.

Sementara, untuk jaminan penempatan peserta yang diyakini membludak, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sumbar, Candra, menyebutkan bahwa pemerintah daerah Sumbar tidak akan sembarangan. Perhitungan masalah pemukiman dilakukan secara teliti.

“Kita siap untuk 50 ribu. Tapi kita juga antisipasi untuk jumlah yang jauh lebih besar. Karena 50 ribu peserta itu baru dari petani dan nelayannya. Belum termasuk pendampingnya. Karena itu kita harus siap untuk setidaknya 70 ribu peserta bahkan lebih,” jelas Candra.

Ditambahkan, kuota ini bisa lebih dari yang diperkirakan. Seperti saat iven Rembug Madya ini, Sumbar beri undang KTNA secara struktur nasional sebanya 72 undangan.

“Tapi yang swadaya, ada 100 orang. Jadi sekarang ada peserta 172 di luar Sumbar. Artinya daya tarik Sumbar untuk dikunjungi dalam pelaksanaan Penas, pasti jauh dari jumlah yang ditetapkan,” tambah Candra.

Untuk satuan biaya pemondokan peserta, disebutkan, dialokasikan anggaran Rp125 ribu per orang per hari, dengan tata laksana pemukiman tidak melebihi 10 orang peserta di satu rumah pemukiman agar suasana kondusif bagi peserta tercipta. Jaminan listrik dan telekomunikasi juga tidak ketinggalan diamankan. Beberapa mobil provider akan disiapkan untuk mengantisipasi lemah sinyal seluler.

Satu kendala terpenting ditekankan Candra adalah masalah penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tentunya akan muncul seperti jamur di saat iven digelar.

“Ini kita harapkan pada satpol PP untuk maksimal melakukan pengontrolan. Dengan demikian pengunjung akan nyaman dan menimbulkan efek yang baik bagi Sumbar,” sebut Candra.

Candra mengatakan, apa yang diharapkan oleh KTNA Pusat, seperti yang disampaikan Ketua KTNA Nasional Winarno Thohir dalam sambutannya di Rembug Madya, akan dipenuhi oleh Sumbar.

Winarno sendiri sangat berharap agar Penas KTNA XVI di Sumbar ini nantinya bisa jauh lebih baik dari iven-iven serupa sebelumnya. Seperti diketahui, Penas KTNA XV digelar di Aceh, dengan ketetapan biaya pemondokan per hari Rp100 ribu untuk per orang pesertanya. Dengan demikian, berarti untuk Sumbar terjadi peningkatan biaya pemondokan yang dialokasikan.

Sementara, Koordinator Acara dan Tamu Rembug Madya KTNA Nasional 2018, Ollyandes, memaparkan bahwa Rembug Madya dilakukan untuk merumuskan hal-hal terkait persiapan Penas KTNA XVI tahun 2020 secara nasional.

“Dalam Rembug, kita merumuskan logo Penas, penetapan jumlah peserta per provinsi se-Indonesia, penetapan biaya pemondokan, dan berbagai hal lainnya,” kata Ollyandes. (yyn)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru