oleh



Tak Kembali Pulang, Empat Siswa SMKN 2 Painan 'Hilang Kontak' Usai Prakerin di Jawa Tengah

PAINAN (Metrans)

4 dari 52 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Painan (SMKN 2 Painan) yang berangkat praktek kerja industri (prakerin) ke Lembaga Pemberdayaan Keterampilan (LPK) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah "hilang kontak" dengan keluarganya. Keempat siswa itu yakni Ridwan, Syaiful, Nofdi dan Afdal. Hingga berita ini diturunkan, keempat siswa tersebut belum pulang dan keberadaannya juga tak diketahui keluarga mereka.

Muliadi yang merupakan salah seorang kakak siswa yang "hilang kontak" itu mengatakan, adiknya berangkat ke Pati untuk mengikuti prakerin pada awal September 2018 lalu. Tiga bulan sejak mereka berangkat, mereka masih berkomunikasi lancar dengan keluarganya. Namun, 3 bulan belakangan, pihak keluarga tak bisa berkomunikasi dengan mereka, bahkan keberadaannya pun tak diketahui.


Anehnya, prakerin itu harusnya sudah berakhir pada Desember 2018 lalu. Teman-teman mereka yang mengikuti prakerin itu pun sudah kembali ke kampung halaman mereka pada awal Januari 2019 lalu. Namun, hingga saat ini keempat siswa tersebut belum kembali ke kampung halamannya.

"Saya hanya berkomunikasi dengan adik saya, tiga bulan dari semenjak keberangkatannya. Tapi setelah itu tidak ada lagi berkomunikasi," ungkapnya kepada Metrans, Senin (8/4) di ruangan Kepala Sekolah.

Semenjak tidak ada lagi berkomunikasi dengan adiknya itu, lanjut dia, dirinya merasa sedih dan menjadi beban, terutama bagi orang tuanya sendiri. Apalagi saat ini orang tuanya itu sedang mengalami sakit.

"Kalau kejadian seperti ini tentunya bertambah penyakit orang tua kami, karena siswa yang lain telah pulang. Apalagi ditambah temannya sudah mengikuti Ujian Nasional pada 25 Maret 2019 kemarin," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala SMKN 2 Painan Kabupaten Pesisir Selatan, Ishasijon didampingi Wakil Kepala Hubungan Industri, Iryandi Pananda mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab atas persoalan tersebut. Sebab, kesedihan yang dialami oleh pihak keluarga juga dirasakan pihak sekolah.

Hari ini, dia juga mengutus dua orang guru untuk berangkat ke lokasi prakerin untuk memastikan keberadaan empat orang siswanya itu. Dua orang guru itu yakni Wakil Kepala Hubungan Industri, Iryandi Pananda dan Wakil Ketarunaan, Edi.

"Besok, (9 April 2019, -red) kami mengutus dua orang guru untuk berangkat ke tempat prakerin itu guna memastikan anak itu berada dimana dan memastikan untuk bisa berkomunikasi dengan siswa itu," ujarnya kemarin.

Dia menyatakan, keempat siswa yang belum pulang itu masih dalam keadaan sehat. Hal itu dikatakannya karena pihaknya masih berkomunikasi dengan pimpinan LPK, dan LPK pun berkomunikasi dengan pihak kapal KM. Asmi Mulya. Menurut keterangan nahkoda, keempat siswa itu masih berada di atas kapal dalam kondisi aman.

"Kami masih berkomunikasi dengan pimpinan LPK, dan LPK melanjutkan dengan nahkoda kapal KM. Asmi jaya. Keempat siswa itu masih ada di kapal tersebut dalam keadaan baik. Tapi siswa tersebut yang tidak mau pulang," kata dia. 

Lebih lanjut dikatakan, peristiwa ini sangat menjadi beban psikologis yang paling berat bagi dirinya. Sebab, pihaknya sudah terus berupaya bersama pihak kapal untuk merayu anak tersebut untuk pulang ke kampung halamannya.

"Itu telah kami usahakan bersama pengurus kapal untuk menyuruh anak itu pulang. Namun anak itu juga tidak mau pulang. Maka dari itu kami mengutus dua orang guru langsung untuk berangkat besok (9 April, -red) agar siswa itu mau pulang, kapan perlu kita pakai pihak keamanan," ujarnya. (mil)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru