oleh

PEMKAB TANAH DATAR KUCURKAN ANGGARAN GURU LPA

Tak Mengajar 12 Bulan Berturut-Turut, Sertifikasi Guru LPA Bakal Dicabut

BATUSANGKAR (Metrans)

Pemerintah daerah kabupaten Tanah Datar komit wujudkan kabupaten tahfidz, berbagai upaya, seperti mendirikan dan membina rumah-rumah tahfidz dan Taman Pendidikan Alqur'an (TPQ). Para gurunya pun disertifikasi.

Selain itu seleksi para hafidz alqur'an juga dilaksanakan untuk menguji hafalan mereka. Bagi yang hafalannya banyak dan bacaannya fasih, berbagai reward siap menunggu, seperti bebas memilih sekolah dan tanpa tes, studi banding internasional, bebas biaya masuk perguruan tinggi negeri, beasiswa bahkan hadiah umrah pun sudah siap untuk mereka.


Hal itu disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Tanah Datar Afrizon di sela-sela penyerahan Insentif Guru Lembaga Pendidikan Alqur'an (LPA), kepada Metrans di Masjid Nurul Amin komplek Kantor Bupati Tanah Datar Pagaruyung Kamis (7/6).

Afrizon mengatakan, saat ini guru LPA di 14 kecamatan sebanyak 2.127 orang dan 101 orang di antaranya sudah lulus sertifikasi. Untuk pemberian insentif juga tidak sama, bagi yang belum lulus sertifikasi sebanyak 2.026 orang diberikan insentif sebesar Rp1,6 juta dan langsung mereka terima hari ini, sementara yang sudah sertifikasi diberikan sebesar Rp2,4 juta dan ditransfer ke rekening masing-masing, buku rekening dan ATM nya juga hari ini diberikan.

“Bagi guru-guru LPA yang sertifikasi namun sudah 12 bulan berturut-turut tidak mengajar maka sertifikasinya akan dicabut, ini akan kita pantau terus. Jam mengajarpun harus sesuai ketentuan serta guru-guru LPA ini juga tidak ada perbuatan yang melanggar norma-norma agama dan lainnya,” tegas Afrizon.

Selain itu, katanya, kita juga punya target melahirkan 8.000 hafidz qur'an dalam satu tahun, ini juga sudah sesuai dengan kesepakatan bersama, 1 guru hasilkan 3 hafiz dan minimal dari 2.127 guru ini dapat melahirkan hafidz sebanyak 6.381 orang, ditambah binaan rumah tahfiz dan binaan sekolah-sekolah, untuk tahun ini data anak-anak tersebut sudah ada pada bagian kesra.

Untuk saat ini di Tanah Datar sudah miliki 117 rumah tahfidz, sementara untuk insentif gurunya saat ini mereka belum menerima, karena jam mengajarnya masih 3 kali dalam 1 minggu. Namun ke depan akan didata ulang, jika terdapat guru itu khusus mengajarkan tahfidz dan jam mengajarnya mencukupi untuk diberikan insentif, maka akan kita masukkan ke dalam kelompok TPSA.

Dari 117 rumah tahfidz yang ada di Tanah Datar 8 di antaranya dibina pemerintah daerah, 2 orang guru tahfidznya dibantu biaya jasanya sebesar Rp1 juta per bulan yaitu di Kecamatan X Koto, Lima Kaum, Padang Ganting, Sungai Tarab, Lintau Buo, Tanjung Baru, Rambatan dan Batipuah Selatan.

Untuk tahun 2018 pemerintah daerah menganggarkan dana sebesar Rp3.241.600.000 untuk 2.026 guru non sertifikasi, Rp242.400.000 untuk 101 guru sertifikasi dengan jumlah santri sebanyak 39.179 orang, TPA sebanyak 746 buah, MDA/MDTA 18 buah. (eri)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru