Teken MoU dengan Seamolec, UNP Komitmen Internasionalisasi Kampus

Direktur Sekretariatan Seameo dan Rektor UNP didampingi wakil rektor, usai penandatanganan MoU di Auditorium UNP, sABTU (30/9).

PADANG (Metrans)

Nampaknya Universitas Negeri Padang (UNP) menuju internasionalisasi kampus bukan sekedar wacana belaka. Terbukti baru-baru ini telah dilakukannya penandatanganan kesepahaman, dalam bentuk Memorandum of Understanding dengan pihak Southeast Asian Ministers of Edocation Organization Regional Open (Seamolec).

Kerjasama dengan pihak institusi yang bernaung di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) atau Organisasi Menteri-menteri Pendidikan se-Asia Tenggara ini, bukan saja dalam industri pendidikan, tetapi juga berbagai bidang industri lainnya, seperti kuliner, produk wirausaha, serta perhotelan dan pariwisata.


“Saat ini yang sedang berkembang di Asia Tenggara bahkan dunia, semua orang bisa belajar langsung pada maestronya tanpa harus bertatap muka. Nah, Seamolec yang  bertanggungjawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara ini,” kata Direktur Sekretariat Seameo, Dr. Gatot Hari Priowirjanto, pada Kuliah Umum di Auditorium UNP, Sabtu (30/9).

Pada Kuliah Umum yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Lulusan Melalui Kerjasama Internasional” tersebut menegaskan agar pihak UNP terus memikirkan perkembangan ke depan. Salah satunya menurutnya, dengan melebarkan sayap UNP dalam kancah internasional melalui program di Seamolec.

Tantangan mahasiswa, dan lulusan UNP ke depan kata Gatot bukan lagi dalam lingkup Indonesia, tetapi minimal sudah atas nama Asia Tenggara. Salah satu mewujudkannya pihak UNP harus menggalakkan program double degree, yakni mahasiswa UNP harus belajar atau magang selama satu semester atau satu tahun di luar negeri.

“Mulai dari sekarang, mari semua civitas akademika UNP berbikir layaknya orang Asia Tenggara, bukan lagi seperti orang Indonesia, apalagi hanya ruang lingkup UNP,” ajak Gatot di hadapan ratusan mahasiswa, dan petinggi UNP.

Kemudian, kata Gatot ke depan tantangan dosen dan guru bukan hanya mengajar  anak didik dari Indonesia, tapi juga dituntut harus sanggup mengajar anak-anak Asing dari seluruh negara Asia Tenggara. Jika tidak, profesi dosen atau guru bisa diambil alih oleh dosen dan guru dari negara lain.

Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat 45 perguruan tinggi se Asia Tenggara yang ikut berpartisipasi dalam program Seameo ini, seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar, Philipina, dan Thailand. Khusus di Indonesia, sudah terhitung 19 perguruan tinggi yang bergabung dalam Seameo ini, salah satunya UNP.

“Kita berharap, dua atau tiga tahun yang akan datang, 40 sampai 45 persen mahasiswa UNP bisa belajar di luar negeri, sebaliknya hendaknya juga semakin banyak mahasiswa Asing yang kuliah di UNP,” ujarnya.

Dalam mewujudkan impian itu, dijelaskan Gatot bahwa mahasiswa UNP harus mampu berbahasa Inggris, menguasai IT, disiplin, jujur, dan memiliki attitude yang baik. Namun dari sekian banyak syarat itu, yang paling penting kata Dirset Seameo ini ialah attitude, sedangkan skills hyanyalah urutan kelima.

“Mahasiswa UNP mulai sekarang harus memiliki pasport, dan jalan-jalan ke luar negeri, atau belajar ke luar negeri, agar bisa membuka cakrawala yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara, Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D. pun sangat mengapresiasi dukungan dari Dirset Seameo ini. Dengan adanya kerjasama ini Rektor UNP ini sangat optimis dan komitmen bisa mengantarkan mahasiswa UNP sampai ke tingkat internasional. Hal itu sekaligus dalam menginternasionalisasi UNP, agar bisa bersaing di Asia Tenggara.

“Kita tengah mempersiapkan mahasiswa UNP dalam program ini, awal tahun nanti ada 15 orang mahasiswa kita yang berpartisipasi untuk Seameo ini,” kata Rektor UNP ini.

Selain itu, melalui program Seameo ini bisa memotivasi mahasiswa UNP untuk lebih giat menggali informasi, menggapai prestasi, dan jeli memanfaatkan momentum ini agar mampu bersaing dengan berbagai mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada se Asia Tenggara.

Ia mengatakan bahwa UNP saat ini bukan hanya fokus menyiapkan guru atau tenaga profesional, tetapi juga akan melahirkan mahasiswa wirausaha yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Jika ini berhasil, ia katakan saja mengharumkan nama baik UNP, tetapi juga membawa nama baik Sumbar, dan meningkatkan ekonomi Indonesia ke depan.

“Kita terus berusaha selangkah lebih maju tahun ke tahun, agar bisa beberapa langkah lebih maju dari perguruan tinggi lain. Maka untuk prpgram Seameo ini, kita berharap membawa UNP unggul di Asia Tenggara,” tutupnya. (why)


Jangan Lewatkan