oleh



Terduga Penjual Sate Daging Babi Terancam Dipidana, Penjual Sate: Kita Semua Juga Makan Daging Itu

PADANG (Metrans)

Pascapenggerebakan yang dilakukan petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM serta Satpol PP Kota Padang terkait penemuan sate berdaging babi di kawasan Simpang Haru, Selasa (29/1) malam, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal menegaskan, jika memang terbukti, pedagang bisa dipidana karena melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen dan Pangan.

Hal itu diungkapkannya ketika diwawancara awak media Selasa (29/1) malam. Ia menyebut, pelaku bisa dituntut dengan hukuman maksimal dua tahun kurungan dan denda Rp4 miliar.


"Kalau masalah hukuman dan denda, biarlah pengadilan yang memutuskan. Sementara, untuk pedagangnya sendiri, sudah kita amankan di kantor (Dinas Perdagangan Kota Padang)," sebutnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, sate yang berlabel "KMS" itu memang banyak cabang di Kota Padang. Namun dari hasil pemeriksaan laboraturium di BBPOM, hanya sate yang di kawasan Simpang Haru inilah positif B2 alias menggunakan daging babi.

"Beberapa sampel sudah kita uji. Namun untuk sementara, sate inilah yang terbukti. Nanti kita akan segera koordinasi dengan pihak kepolisian," tambah dia.

Sementara Bustami, pedagang sate yang diduga menjual sate berbahan daging babi itu mengungkapkan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui bahwa daging yang digunakannya itu adalah daging babi.

"Kita baru pindah langganan tempat membeli  daging dan saya juga tidak mengetahui bahwa daging sate tersebut berasal dari daging babi," kata dia.

Ia juga tidak terima dan merasa ditipu oleh si penjual daging. Sebab, ia dan keluarganya juga ikut mengkonsumsi daging sate tersebut. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru