oleh

KASUS PERDAGANGAN KULIT HARIMAU DI BENGKULU

Ternyata yang Tertangkap Itu Wali Nagari Limau Purut Tapan

TAPAN (Metrans)
Teka-teki tentang keterlibatan salah seorang wali nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan yang tertangkap tim gabungan Polres Mukomuko, Bengkulu dengan TNKS akan menjual kulit harimau pada Rabu malam (12/7), terjawab sudah.

(Baca juga: Perdagangan Kulit Harimau di Mukomuko Bengkulu Berhasil Digagalkan)

Camat Ranah Ampek Hulu Tapan Drs. Irwan ketika dikonfirmasi Metro Andalas, Jumat (14/7), membenarkan terlibatan salah seorang Wali Nagari di wilayah kerjanya yaitu Sunardi yang sehari-hari merupakan Wali Nagari Limau Purut Tapan, dan kini ditahan di Mapolres Mukomuko untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Untuk itu saya besok akan ke kabupaten (Painan-red) menyampai hal ini langsung kepada pak Sekda Pessel dan langkah apa yang harus saya ambil terhadap kelanjutan terhadap pelayanan masyarakat di nagari itu," terang Irwan.

Dalam hal ini, dia kembali mengimbau agar jangan ada lagi masyarakat yang terlibat, baik penangkapan ataupun penjualan satwa yang dilindungi di wilayah kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

"Apalagi seorang pemerintahan yang harusnya memberi saran dan contoh yang baik kepada masyarakat umum, karena lokasi kecamatan ini tempat beradanya hutan TNKS," katanya.

Akibat pemberitaan diduga adanya salah seorang wali nagari di wilayah kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, membuat masyarakat di selatan Kabupaten Pessel jadi heboh dan bertanya-tanya siapa gerangan.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru