USAI KONSUMSI OBAT JENIS EXIMER

Tiga Remaja Belasan Tahun "Digelandang" BNN Kota Payakumbuh

Ketiga remaja saat dikunjungi orang tua masing-masing di BNN Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH (Metrans) 
Tiga remaja belasan tahun masing-masing beriniSial MBS (15) warga Bonai Indah, Kelurahan Tanjung Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, G (14) warga Ranah Permai, Kelurahan Koto Kaciak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara dan MR (13) warga Ibuah Timur, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, "digelandang" Badan Narkota Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, karena berprilaku seperti orang gila setelah mengkonsumsi obat psikotropika jenis Eximer, Kamis (21/9).      

Kepala BNN Kota Payakumbuh, AKBP. Firdaus ZN menyebutkan, ketiga remaja belasan tahun yang ditangkap itu, awalnya dikira maling. 

“Awalnya, satu orang dari tiga remaja belasan tahun berinitial MR itu dicurigai warga Bonai, Kelurahan Pakan Sinayan maling. Tingkah lalu MR seperti orang gila, melompat-lompat dan memanjat pagar rumah penduduk,” sebut AKBP. Firdaus ZN.


Karena dicurigai maling, ulas Firdaus, lalu secara beramai-ramai MR dibawa warga ke kantor Lurah Tanjung Gadang, Sungai Pinago untuk ditanyai dan diperiksa. 

Usai membawa MR, tim BNN dan Polsekta Payakumbuh menangkap dua tersangka lainnya yakni MBS dan G. Saat dibawa kondisi kedua tersangka juga dalam keadaan mabuk, namun kondisinya tidak separah RH.

“Ketika remaja belasan tahun itu digiring ke kantor BNN Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan, diperoleh informasi bahwa ketiga remaja itu habis mengkonsumsi obat jenis Eximer,” ungkap Firdaus ZN. 

Menurut Firdaus, obat daftar G tersebut mereka beli seharga  Rp10 ribu sebanyak 6 butir, dan masing-masing tersangka mengkonsumsi 2 butir ditenggak dengan minuman suplemen.

“Selama menjalani pemeriksaan di BNN Payakumbuh, prilaku ketiga remaja belasan tahun itu seperti dalam pengaruh halusinasi. Kadang-kadang bersikap seperti orang gila. Malah ketika orang tua tersangka datang ke BNN, salah seorang tersangka sempat tidak mengenal orang tuanya dan bahkan sampai memarah-marahi orangtuanya ketika mencoba menenangkan anaknya. Tegasnya, sikap tersangka tidak normal atau persis seperti orang gila. Hal itu terjadi adalah akibat pengaruh zat psikotropika jenis Eximer,” ujar AKBP. Firdaus ZN. 

Diakui Menurut Firdaus ZN, saat ini ketiga remaja belasan tahun itu sedang dilakukan assesmen oleh petugas BNN Kota Payakumbuh bidang rehabilitasi.(li2)


Jangan Lewatkan