oleh

UNTUK SELAMATKAN MASYARAKAT

Tim Gabungan BBPOM Padang Sita 12 Duz Produk Ikan Kaleng di Solok

SOLOK (Metrans)

Menanggapi keresahan di tengah masyarakat atas beredarnya beberapa produk makanan olahan ikan kaleng, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Solok bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menggelar operasi pemeriksaan terhadap produk tersebut.

Dalam operasi tersebut, Dinas Kesehatan bersama  Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM bersama BPOM Sumatera Barat melakukan penyegelan ikan kaleng merk Hoki yang ada pada sebuah  gudang distributor di Kota Solok, Kamis (28/3).


Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM dan Dinas Perdagangan dan KUKM dan Dinas Kesehatan Kota Solok, Dedi Asmar menyebutkan bahwa sebelumnya dua dinas tersebut telah melakukan operasi di pasar raya kota solok.

"Sebelumnya kita telah melakukan sidak sekaligus sosialisasi kepada beberapa pedagang di Kota Solok, Sidak dilakukan berdasarkan Penjelasan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI di web resminya tentang temuan cacing pada produk ikan kaleng,” kata Dedi Asmar.

Dijelaskannya, saat ini ada tiga merk produk ikan kaleng dari hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI. Pihak BPOM menemukan adanya cacing dengan kondisi mati, adanya ditemukan cacing mati tersebut ada pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gr.

Dari hasil rilis BPOM Sumatera Barat, ketiga merk ikan kalengan tersebut adalah merk Farmerjeck dengan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, merk IO dengan NIE BPPOM RI ML  dan yang terakhir merk Hoki dengan NIE BPPOM RI ML 543909501660.

Ditambahkannya, sidak ini sekaligus untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang eceran dan sekaligus kepada para konsumen. "Sosialisasi tersebut  bertujuan agar penjual yang masih memiliki stok agar mengembalikan barang dagangannya tersebut ke distributornya," tambahnya.

Dari hasil sidak tersebut,  tim gabungan berhasil mengumpulkan sebanyak 12 dus ikan kaleng berbagai merek yang di sita di beberapa agen/distributor yang berada di Kota Solok.

Dedi mengimbau agar Masyarakat untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.

Sementara itu, Kepala BPPOM, Martin Suhendri menjelaskan, sidak yang dilakukan oleh BPOM dengan instansi terkait di Kota Solok merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan masyarakat konsumen dari bahaya produk kemasan yang tercemar dari penyakit.

“Ini bukanlah penyitaan melainkan mengamankan barang yang nantinya barang tersebut akan di kembalikan ke Distributor utama dan penjual akan mendapatkan ganti rugi,” jelasnya.

Tambahnya, pihak BPOM akan melakukan pengawasan terhadap barang yang sudah di sita untuk dikembalikan kepada distributor awal. " Upaya yang kita lakukan adalah dengan terus memantau pengembalian produk ke Distributor awal dengan bukti pengembalian berupa faktur pengembalian," pungkas Martin. (ad)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru