oleh

UPAYA MENJAGA KELESTARIAN IKAN BILIH

Tim Pengawasan Ikan Tertibkan Bagan Danau Singkarak

BATUSANGKAR, (Metrans)

Tim Pengawasan Ikan Selingkar Danau Singkarak Pemprov Sumatera Barat dalam waktu dekat akan melakukan penertiban penggunaan alat dan bahan penangkapan ikan yang tidak sesuai aturan.

"Penggunaan alat penangkapan ikan berupa bagan, bahan kimia, bahan biologis, peledak dan listrik di perairan Danau Singkarak yang dapat mengakibatkan menurunnya sumberdaya ikan dan mengancam kelestarian populasi ikan bilih, maka tim pengawasan akan melakukan penertiban," kata Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar, Daryanto Sabir di Pagaruyung, Senin (8/10).


Ia menyebut pihaknya hanya sebagai pendamping saat tim pengawasan  ikan ini melakukan penertiban pada 22 Oktober 2018 yang juga akan melibatkan Pemkab Solok sebagai bagian dari daerah yang memiliki Danau Singkarak.

"Saat ini ada sebanyak 317 unit bagan yang tidak sesuai aturan yang diduga akan membahayakan kelestarian lingkungan sumberdaya ikan di Danau Singkarak," katanya. 

Daryanto menjelaskan bagan yang dilarang itu merupakan alat tangkap ikan sejenis jaring angkat yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan-ikan kecil.
Bagan yang dibolehkan itu sejenis jaring insang, pancing, jala, seser atau tangguak, sepanjang tidak merusak pelestarian sumberdaya ikan di perairan Danau Singkarak.

Sementara bahan penangkapan ikan yang dilarang adalah bahan kimia cairan insektisida dan potasium, bahan biologis racun akar, bahan peledak seperti bom, dan penggunaan listrik.

"Untuk itu perlu diatur penggunaan alat dan bahan penangkapan ikan di perairan Danau Singkarak dalam upaya menjaga kelestarian populasi ikan bilih yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disana," tutur Daryanto. (fan)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru