SALAHGUNAKAN IZIN VISA DAN BEKERJA DI TAMBANG EMAS

Tim PORA Imigrasi Padang Tangkap 5 WNA Asal Tiongkok

Kasi Wasdakim Kelas I Padang Indra Sakti Suhermansyah (kiri), Kakanwil Kemenkumham Sumbar Dwi Prasetyo Santoso (tengah),Kepala Kantor Imigrasi Padang Esti Winahyu (kanan) dan 5 pelaku yang berhasil ditangkap di lokasi (belakang). (Foto: Raihan Al Karim).

PADANG (Metrans)
Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menangkap lima Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan aktivitas pembuatan kapal keruk yang digunakan untuk menambang emas di daerah Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (27/4). Kegiatan operasi gabungan pengawasan orang asing ini merupakan bentuk koordinasi dalam lingkup Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.

Dalam penangkapan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Padang bekerjasama dengan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Sumbar dan Tim Intel Korem 032 / Wirabraja.

3 minggu sebelumnya, tim gabungan telah melakukan pemantauan terhadap gerak gerik dari 8 WNA tersebut. Pada hari Selasa (25/4), tim mendapat informasi bahwa mereka telah mulai merakit kapal keruk yang diduga digunakan untuk menambang emas.


Menanggapi informasi tersebut, pada hari Rabu (26/4) tim gabungan yang telah dibagi menjadi 2 tim langsung melakukan pengawasan terhadap kegiatan mereka menuju Kecamatan Pulau Punjung, Bendungan Batanghari Dharmasraya dari pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 15.45 WIB tim 1 yang dipimpin Kasi Wasdakim Kelas I Padang, Indra Sakti Suhermansyah langsung melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan 3 Warga Negara Tiongkok yang ketiganya memakai Visa B211A yang sedang melakukan kegiatan pengelasan untuk membuat kapal keruk tersebut. Ketiga pria asal China tersebut yakni Zeng Fanrong (48), Xu Huarong (53) dan  Lio Lushan (54).

Selanjutnya, pada pukul 16.00 WIB, tim 2 yang dipimpin oleh Adhi Prawira Desha Putra juga melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan 2 Warga Negara Tiongkok yang menggunakan Visa B211A dan Visa kunjungan bebas di lokasi rumah kontrakan Nagari 4 Koto Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya. Kedua warga asing itu yakni Zeng Fanping (41) dan Liao Kainan (54) juga ikut bekerja dalam proyek tersebut dan saat itu mereka didapati sedang beristirahat.

Setelah 5 orang pelaku ditangkap dan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, pada pukul 17.00 WIB tim langsung bergerak cepat menuju kembali ke Kantor Imigrasi Padang.

Dari hasil operasi gabungan pengawasan orang asing tersebut, berhasil diamankan 5 orang Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok, dimana 4 orang dari pelaku menggunakan izin kunjungan 211A dan 1 orang lagi menggunakan izin Visa Exemption atau biasa disebut kunjungan bebas visa. Dan 3 orang lagi diduga kabur ke daerah sekitar, dan akan terus memburu pelaku yang kabur.

"Dari hasil penyergapan, tim kami berhasil menangkap 5 dari 8 orang WNA yang diduga melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Pasal 122 huruf A tentang keimigrasian," kata Kasi Wasdakim Kelas I Padang, Indra Sakti Suhermansyah kepada awak media, di kantornya saat jumpa pers, Jumat (28/4).

Dalam penangkapan ini, Kepala Kantor Wilayah Sumatera Barat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Dwi Prasetyo Santoso mengucapkan terima kasih banyak kepada beberapa anggota dan masyarakat yang ikut terlibat dalam pengungkapan kasus ini.

"Terima kasih banyak kepada Jajaran Korem, Tim Badan Intelijen Strategis TNI Sumbar dan Pemerintah Daerah Dharmasraya yang membantu dalam melakukan pengintaian terhadap WNA ini selama 3 minggu. Serta, kepada masyarakat sekitar Kabupaten Dharmasraya yang selalu memberikan informasi tentang keberadaan WNA yang ada di Daerah itu," katanya. (han)


Jangan Lewatkan