oleh



Tingginya Inflasi Berpengaruh Besar Terhadap UMP dan Angka Kemiskinan

JAKARTA (Metrans)

Tampil sebagai pemateri pada pelatihan wartawan Bank Indonesia yang digelar di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Pengamat Ekonomi, Lana Soelistianingsih, mengatakan, inflasi yang terjadi sejak tahun 2014 hingga 2016 berdampak bagi para pekerja berpenghasilan tetap dan diatur oleh Upah Minimum Provinsi (UMP). 

"UMP real masyarakat setelah dikurangi inflasi pada kurun waktu tersebut menurun hingga 10 persen," ujar Lana Soelistianingsih.


Lebih lanjut ia mengatakan, pada Tahun 2017 ini, UMP real naik 5 persen. Namun belum bisa menutupi penurunan di tahun-tahun sebelumnya.

"Hal inilah yang mendorong daya beli masyarakat belum bisa meningkat," ujar Lana yang juga salah seorang dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia itu.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir memberikan materi terkait beberapa dampak inflasi terhadap perkembangan ekonomi daerah.

Menurut Iskandar, inflasi yang tinggi akan memiliki dampak negatif yang sangat besar ditengah masyarakat. Sebab, bisa menurunkan daya beli masyarakat, investasi produktif bisa terhambat karena suku bunga yang tinggi.

Lebih lanjut ia mengatakan, adapun dampak lain dari tingginya inflasi yaitu semakin tingginya angka kemiskinan. "Satu persen saja inflasi naik, maka akan berakibatkan bertambahnya orang miskin sebanyak 120 ribu orang," katanya, Senin (20/11).

Lebih lanjut disampaikannya, dari satu persen inflasi yang naik tersebut, maka akan ada peningkatan beban bunga surat berharga negara hingga Rp300 miliar. (han)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru