Tokoh Masyarakat Sambut Baik Latihan TNI di Batu Bajanjang

Tokoh masyarakat Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, saat diwawancarai awak media, Sabtu (28/4).

PADANG (Metrans)

Menanggapi adanya rencana permintaan penghentian Latihan Militer di Gunung Talang oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Padang beberapa waktu yang lalu, Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja mengambil langkah bijak untuk mengkondusifkan masyarakat.

Salah satunya, dengan melakukan Karya Bakti dan pembinaan Teritorial bersama masyarakat Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, dan melaksanakan Latihan Peningkatan professional prajurit di segala medan.


“Latihan Yonif 133/YS, tanpa merusak lingkungan dengan konsep kemanunggalan bersama masyarakat. Untuk menciptakan kondisi masyarakat dalam kewaspadaan terhadap pengaruh dari luar yang akhirnya jiwa masyarakat yang asri tercipta, serta kondisi masyarakat stabil dengan isu-isu yang miring,” kata Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus, Sabtu (28/4).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan baik oleh pemerintah Nagari Batu Bajanjang. Hal itu disampaikan langsung Wali Nagari, Ramuddin, bahwa sebagai pimpinan daerah pihaknya menerima latihan yang dilakukan oleh TNI, sebagai program dari pemerintah.

“Secara umum masyarakat sangat menerima. Walau ada sebagian kecil masyarakat yang bergejolak, sebab mereka mengaitkan dengan adanya peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu di kampung kami,” katanya saat disambagi awak media pada kediamannya di Nagari Batu Bajanjang kemarin.

Padahal, sesuai dengan surat yang disampaikan dari pihak Korem/032, sudah jelas disebutkan kegiatan tesebut murni dalam rangka latihan dan berbagai kegiatan bakti sosial bersama masyarakat.

“Dalam isi surat itu jelas latihan TNI dan pembinaan teritorial, kenapa harus dikait-kaitkan dengan hal lain, yang tidak ada hubunganya dengan kegiatan TNI tersebut,” terang Ramuddin.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Bajanjang, Ujang M.Nur mengatakan, dalam kegitan TNI di kawasan Gunung Talang diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

"TNI dimanapun mereka akan melaksanakan kegiatan/latihan di wilayah Indonesia ini, sesuai dengan UUD 1945 karena seluruh wilayah Indonesia ini adalah milik negara, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, termasuk juga TNI,” tuturnya.

Ia menghimbau kepada anak kemenakannya dan seluruh masyarakat Nagari Batu Bajanjang, agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang bisa memecah belahkan masyarakat yang belum tentu kebenarannya.

“Kita jangan mudah terprofokasi isu-isu yang dimainkan oleh oknum tertentu untuk memecah-belahkan kita, sebab akan bisa berdampak buruk terhadap kampung kita sendiri,” ajaknya.

Menanggapi hal tersebut, tokoh pemuda Nagari Batu Bajanjang, Karman Amal menyebutkan pihaknya tidak pernah melarang TNI latihan di kawasan Gunung Talang. Ia bahkan bersama dengan masyarakat lainnya sangat menerima dengan tangan terbuka.

"Latihan TNI kalau bagi kami ini salah satu kegiatan yang sangat membangun dalam rangka berbaur, dan manunggal dengan masyarakat. Intinya kami merasa bangga dengan TNI, dan memilih nagari kami sebagai tempat latihannya,” katanya.

Karman menilai, beredarnya informasi yang mengatakan bahwa adanya masyarakat menolak latihan TNI itu, kemungkinan ada oknum yang menyebar isu. Kekisruhan konum ini akhirnya menyebabkan masyarakat teprofokasi.

Lebih lanjut dikatakannya, latihan TNI itu tidak merusak lingkungan dan sebagainya. Ia bahkan menilai memberikan manfaat positif kepada masyarakat. Baginya TNI dari rakyat untuk rakyat, dan tidak mungkin merusak rakyat.

“Hanya oknum yang memecah-belah dan membunuh karakter tokoh masyarat,  dengan mengatasnamakan masyarakat Batu Bajanjang. Padahal kenyataanya tidak seperti itu,  jadi jangan di dengar. Kami berpikir positif saja, rakyat ibu kandung TNI," pungkasnya. (prm/why)


Jangan Lewatkan