Tradisi Menaiki Rumah Gadang, Sudah Mulai Tertingalkan

Bupati Solok Gusmal membubuhkan tanda tangan diprasasti menaiki Rumah Gadang Suku Subarang Tabek Nagari Salayo

SOLOK - Prosesi menaiki Rumah Gadang sudah mulai dilupakan masyarakat Minangkabau. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari budaya luar yang lebih mendominasi gaya hidup masyarakat kita pada saat ini.

Padahal Rumah Gadang adalah tempat untuk duduak basamo oleh Niniak mamak, alim ulama dan bundo kanduang guna bermusyawarah.

Dalam pelaksanaan adat di Minangkabau, setiap kesepakatan adat yang dilahirkan oleh Angku Niniak mamak harus disepakati oleh Bundo kanduang.

Hal demikian disampaikan Bupati Solok Gusmal saat menghadiri prosesi menaiki Rumah Gadang Dt. Al Matsir Dt Rajo Nan Kayo, di Nagari Salayo,Jorong Galanggang Tangah, Kecamatan. Kubung, Minggu, (28/01).

Selain itu, Gusmal juga mengatakan, prosesi tradisi menaiki Rumah Gadang tersebut kita budayakan kembali. Para Pemangku adat hendaknya mengajak anak kemanakan untuk melestarikan adat minangkabau.

Rumah gadang sebagai tempat untuk mendidik dan mengajarkan anak dan kemenakan. Di dalam ungkapan tersebut juga di jelaskan bahwa rumah gadang juga sebagai tempat untuk melakukan musyawarah.

"Rumah gadang tidak hanya sebagai tempat tinggal saja, namun memiliki fungsi lain seperti sebagai monumen, dan sebagai lembaga di minangkabau," ucapnya.(ync)



Jangan Lewatkan