UIN-IB Padang Pastikan Tak Ada Perpeloncoan Mahasiswa Baru

Sebanyak 3.367 mahasiswa baru PBAK UIN-IB Padang sedang mengikuti PBAK 2017, Selasa (22/8).

PADANG (Metrans)

Masa orientasi mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN-IB) Padang, mulai berbeda dengan gaya orientasi dari tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan Ketua Pelaksana, Drs. Wartiman MA kepada Metrans, Selasa (22/8).

Katanya, orientasi yang sebelumnya bernama Orientasi Pengenalan Akademik dan Kampus (OPAK), yang berganti nama menjadi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ini, lebih menekankan budaya Islam yang lebih terdidik, dan suasana kampus yang lebih bersahabat.


"Tahun orientasi masih ada perpeloncoan, mahasiswa baru yang terlambat langsung disuruh push up oleh Menwa, dan senior, tapi mulai tahun ini dijamin perpoloncoan tidak ada lagi, dan hukumannya pun lebih mendidik," tegas Wartiman.

PBAK yang diikuti sebanyak 3.367 mahasiswa baru dari enam fakultas ini, telah dibuka langsung oleh Rektor UIN-IB Padang, Senin (21/8) sore, dan dijadwalkan berakhir Rabu (23/8). PBAK tahun ini diisi dengan pengenalan unsur pimpinan kampus, serta diselingi dengan berbagai motivasi, wawasan kebangsaan, keislaman, serta kemahasiswaan.

Ditambahkan Ketua Pelaksana PBAK 2017 ini, bahwa dalam kegiatan PBAK ini juga penampilan minat dan bakat juga, ada empat cabang, yakni MTQ, Tahfiz, pidato bahasa Inggris, dan pidato bahasa Arab. Penampilan minat dan bakat ini untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi, dan punya keunggulan.

"PBAK ini wajib diikuti seluruh mahasiswa baru, jika gagal harus mengulang tahun berikutnya, karena ini syarat munakasah," terang Wartiman.

Sementara itu Rektor UIN IB, Eka Putra Wirman mengatakan seluruh mahasiswa ini ke depannya harus menjadi mahasiswa yang kompetitif dan siap untuk bersaing dengan kampus lain. Selain itu ia menyebutkan sebagai perguruan tinggi agama maka pihaknya harus menjamin seluruh mahasiswa baru tersebut siap untuk diterjunkan ke masyarakat dalam hal keagamaan.

Ia menambahkan dari total mahasiswa baru secara keseluruhan, 51 persen diantaranya berasal dari SMA dan sisanya baru dari pesantren, MA dan SMK. "Sekalipun banyak yang berasal dari SMA akan tetapi saat ini para tamatan SMA juga tidak kalah dari tamatan MA, baik dari akhlak maupun keagamaan," katanya (why)


Jangan Lewatkan