Unand Siapkan Bantuan untuk Mahasiswa Rantau yang Terdampak Corona

Wakil Rektor I, Prof Mansyurdin. (Foto: dok Unand)

PADANG (Metrans)

Universitas Andalas akan menyediakan bantuan bagi mahasiswanya, terutama mahasiswa bidikmisi yang berasal dari luar kota dan saat ini masih tinggal di sekitar Kota Padang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan para mahasiswa tetap terpenuhi kebutuhannya, pascapenetapan status bencana darurat Covid-19 yang berdampak juga pada penghentian sementara pembelajaran di kampus.


"Khusus untuk masalah mahasiswa yang berekonomi lemah, kita sedang mendata. Yang fokus dibantu adalah mahasiswa bidikmisi karena mereka masuk kriteria kurang mampu," ungkap Rektor Unand, Prof Yuliandri melalui Wakil Rektor I, Prof Mansyurdin dalam jumpa pers online Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar bersama awak media, Minggu (5/4).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan, berapa mahasiswa bidikmisi yang berasal dari luar kota dan masih tinggal di sekitar Kota Padang, seperti para mahasiswa yang memilih bertahan di indekos atau asrama.

"Sekarang sedang diinvestigasi, berapa mahasiswa bidikmisi yang tinggal di Padang, artinya asrama atau kos. Itu bentuk perhatian yang ekonominya barang kali tidak mampu," lanjut dia.

Lebih lanjut kata dia, untuk mengatasi kesulitan itu, pihaknya telah mendorong fakultas-fakultas untuk bergerak menggandeng para alumni untuk menghimpun berbagai dana dan memberi sumbangan.

"Terakhir, mengatasi kesulitan itu, masing-masing fakultas disarankan bergerak ke alumni, menghimpun berbagai dana dan memberi sumbangan. Tapi pada umumnya mahasiswa sudah 80 persen berada di kampung masing-masing karena perkuliahan dilaksanakan secara daring," tambah dia.

Di samping itu, kata dia, pihaknya sudah membentuk tim, salah satunya membentuk relawan sebagai bentuk kepedulian dan kewaspadaan dalam melawan virus corona atau Covid-19. 

"Kami dari Unand juga membentuk tim kepedulian Covid-19. Yang sudah pasti itu dan sudah jalan, tapi administrasi menyusul. Yaitu pertama adalah Fakultas Kedokteran bersama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Keperawatan. Untuk fakultas non kesehatan, masih dibicarakan, karena dikhawatirkan masalah kesehatan dan keselamatan jika menjadi relawan," pungkas dia.

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan