Untuk Merawat Seorang PDP dalam Sehari Dibutuhkan 10 APD, Dirut RS Unand: Stok Kita Terbatas

Direktur Utama RS Unand, dr Yevri Zulfiqar dalam jumpa pers online didampingi Wagub Sumbar, Nasrul Abit bersama awak media, Minggu (5/4).

PADANG (Metrans)

Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis yang menangani pasien terpapar virus corona atau Covid-19.

"APD kita memang terbatas. Tapi untuk melayani pasien, secara bertahap nanti Pak Wagub akan support melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Kami sekarang hanya mempunyai APD sekitar 70-an. Kita berharap akan disupport oleh Dinkes dan Pemerintah Daerah tingkat pertama," ungkap Direktur Utama RS Unand, dr Yevri Zulfiqar dalam jumpa pers online Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar bersama awak media, Minggu (5/4).


Ia mengatakan, yang terpenting, untuk melayani seseorang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di depan Unit Gawat Darurat (UGD) minimal membutuhkan 3 APD. Sedangkan, untuk orang yang dirawat berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), minimal membutuhkan 10 APD.

"Yang penting minimal 1 pasien ODP saja di depan UGD, tenaga medis membutuhkan 3 APD. Sedangkan pasien yang dirawat (PDP) biasanya dari standar Dinkes, 1 PDP itu tenaga medis membutuhkan 10 APD," beber dia.

Ia merinci, artinya dalam menangani dan merawat seseorang yang berstatus PDP, jika dalam sehari dibutuhkan 10 APD, artinya selama pasien itu dirawat 14 hari, dibutuhkan 140 APD. 

"Artinya dalam merawat seorang PDP, dibutuhkan 140 APD, karena pasien itu kan dirawat selama 14 hari. Jadi ada yang bilang 500 APD itu banyak, justru belum seberapa. Tapi nanti kalau cepat hasil labor kita dari Fakultas Kedokteran, pemeriksaan real time VCR, PDP yang negatif bisa dipindah ke ruangan lain dan bisa terima pasien barunya," tambah dia.

Tak hanya itu, ia mengatakan, tenaga medis juga susah mendapatkan masker N95. Hal itu dikarenakan masyarakat banyak menggunakan masker N95 untuk berpergian atau ke luar rumah.

"Semua direktur (rumah sakit) bilang, masker N95 susah didapat untuk tenaga medis. Masker itu memang bisa menyerap 95 persen, jadi tidak semua masuk ke wajah. Banyak masyarakat yang menggunakan, medis tidak mendapatkannya. Jadi, masyarakat yang tidak ada indikasi terjangkit Covid-19, silakan menggunakan masker kain, agar petugas bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan, untuk kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, pihaknya akan menyiapkan dan melengkapi secara bertahap. 

"APD sih tidak lengkap. Kita secara bertahap terus, besok ada yang datang dan kita bagi, lusa datang kita bagi. Pokoknya ada stok, kita bagi termasuk untuk petugas di perbatasan. Namun prioritas adalah tenaga medis di rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. Karena tenaga medis utama harus kita lindungi," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan