Wagub minta Pemkab Mentawai permudah akses pendidikan

28 Februari 2018

Mentawai, (Metrans) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk meningkatkan pendidikan masyarakat di daerah itu, salah satunya dengan mempermudah akses.

"Kita berharap seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah dengan baik dan jangan sampai ada yang putus sekolah," katanya di Tua Pejat, Rabu.

Ia mengatakan hal itu setelah berkunjung ke SDN 3 Taikako Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai yang terletak jauh di kawasan menuju bekas Bandara PT Minas.

"Saya ingin jalan dari dermaga pulau ini hingga sekolah dibangun agar akses mayarakat ke sekolah itu tidak terganggu," katanya.

Selain itu dirinya meminta agar pemkab memperhatikan sarana yang ada di sekolah seperti atap sekolah yang mulai bocor.

"Kalau bisa seluruhnya segera diperbaiki agar anak-anak ini nyaman belajar dan tidak putus sekolah," katanya.

Ia berencana memberikan bantuan berupa seragam dan sepatu kepada murid di lokasi itu.

"Tolong didata nama-nama murid dan juga ukurannya, dalam waktu dekat kita akan kirimkan ke sini," katanya.

Kepala SDN 3 Taikako Durma Ermi mengatakan total jumlah murid yang bersekolah di sekolah itu sekitar 55 orang.

Jarak antara rumah murid dan sekolah cukup jauh namun tidak menyurutkan langkah murid untuk belajar.

Begitu juga dengan guru.Bahkan ada guru yang rumahnya berjarak sekitar 20 kilometer dari sekolah dan melewati jalan tanah dan terjal setiap harinya.

"Kami terus berupaya memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak dengan sarana yang terbatas," kata dia.

Sementara Bupati Mentawai Yudas Sibagalet mengatakan pihaknya akan mengupayakan pembangunan jalan dari dermaga menuju sekolag Taikako yang bejarak sekitar 10 kilometer.

"Pembangunan akses jalan merupakan target kami saat ini, apbila APBD Mentawai tidak mampu kami akan mencoba meminta dari APBD provinsi atau APBN," katanya.

Terkait dengan peningkatan sumber daya manusia saat ini Pemkab Kepulauan Mentawai sedang menyekolahkan sekitar 600 pelajar dan mahasiswa di berbagai bidang ilmu.

"Dengan harapan mereka nanti yang ikut mengelola dan ikut memajukan daerah ini nantinya," katanya.
(can)



Jangan Lewatkan