TERKAIT LISTRIK MASUK DESA?

Wartawan Harian Metro Andalas Diancam dan Juga Diserang

Pengerjaan pemasangan tiang listrik yang dinilai asal jadi dan di tanah yang labil

PAINAN (Metrans)

Jumadil alias Fadil, wartawan harian Metro Andalas mendapat ancaman dari seseorang setelah melakukan investigasi kegiatan pemasangan listrik desa (Lisdes) yang dinilai ‘bermasalah’ di Nagari Pulau Rajo Inderapura kecamatan Airpura kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (17/2).

Tidak itu saja, esok harinya, Sabtu (18/2) saat Fadil sedang duduk di warung, tiba-tiba diserang oleh Mardiansyah (40) beserta kakaknya Edi Ribut, sehingga menyebabkan baju Fadil robek, dan mengancam apa bila berita listrik desa di Pulau Rajo itu tetap dimuat tanggung sendiri resikonya.


Atas kejadian tersebut, Fadil langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Pancung Soal dengan nomor laporan STPL/ 16 a /II / 2017 Sek.Pc. Soal.

“Saya berharap laporan ini dapat diproses secara hukum,” harap Fadil.

Polsek Pancung Soal melalui Kanit Reskrim Ali Nur Am menyampaikan bahwa perbuatan Mardiansyah tersebut akan diproses, selanjutnya tunggu perkembangan selanjutnya.

Listrik desa.

Sejak beberapa hari lalu Fadil memang sedang melakukan investigasi pemasangan tiang lisdes ke Incasi Raya yang dilakukan oleh PT. Dian Tiga Mahkota yang terlihat asal jadi seperti coran penyanga pada tiang hanya di cor bahagian atas saja tidak digali dibawah hanya untuk menutupi pandangan mata,

“Diduga pemasangan tiang akan mudah rebah karena lokasi tiang pada tanah yang labil dan tidak jauh dipingir laut,” katanya.

Selain itu, seperti disampaikan St Maradis Indra Dt Syahbandar Ketua Bamus beserta Damra sekretaris Nagari Pulau Rajo Inderapura, jalur pemasangan diduga menyeleweng dari tujuan program lisdes yang diwacanakan pemerintah untuk membantu masyarakat desa yang kurang mampu agar memiliki listrik.

“Kami sangat kecewa kepada pihak PLN,” kata St. Maradis.

Sebab, katanya, masih banyak wilayah nagarinya yang belum dilalui listrik bahkan sudah pernah disampaikan kepada pihak PLN namun tidak diindahkan.

“Kami juga binggung, kenapa bisa program lisdes tersebut dipasang di jalur kamp milik PT.Incasi Raya, sementara masih banyak wilayah perumahan warga kami yang belum dialiri listrik,” kata mereka heran.

Pimpinan PLN Ranting Balai Selasa Dwiyanto ketika dikonfirmasi di ruangan kerjanya baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya hanya sebagai pengawas pelaksana kegiatan saja, dan untuk jelasnya, dia mempersilahkan hubungi PLN Wilayah Sumbar.

Menyangkut jalur yang sampai ke kamp PT.Incasi Raya, Dwiyanto mengaku belum melihat bahkan dirinya binggung kok bisa sampai ke PT Incasi Raya.

"Nanti secepatnya saya cek ke lapangan kebenarannya,” ungkap Dwiyanto (fdl/*)


Jangan Lewatkan