LP3M UNP

51 Sarjana Otomotif dan Elektronik Diberi Pelatihan PPG

PELATIHAN PPG- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI bekerjasama dengan Universitas Negeri Padang memberikan pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG) terhadap 51 Sarjana Elektronik dan Otomotif selama empat bulan.

PADANG (Metrans)

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI bekerjasama dengan Universitas Negeri Padang memberikan pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG) terhadap 51 Sarjana Elektronik dan Otomotif selama empat bulan.

Dalam kegiatan yang bertempat di ruang Gedung Serbaguna Fakultas Teknik, PPG khusus untuk calon guru SMK Profesional itu menghadirkan Rektor Prof. Ganefri, Ph.D untuk acara pembukaan.


Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNP.

Narasumber kegiatan ini adalah Dr. Agus Setiawan dari Dirjen Guru dan Tendik Kemendikbud.

Selain Rektor UNP, Wakil Rektor 1 UNP, Prof. Dr. Yunia Wardi, M.Si, Ketua LP3M UNP Dr. Edwin Musdi, M.Pd juga hadir.

Pada kesempatan itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kemendikbud yang telah mempercayakan pelaksanaan PPG Guru Kejuruan ini kepada UNP.
"Bagi UNP sendiri, koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berbuah positif, soalnya alumni UNP untuk tenaga pengajar produktif di sekolah vokasi dapat terserap," ujar Ganefri, yang juga mantan Dekan FT UNP itu.
Sementara itu, Dr. Agus Setiawan kepada peserta Program PPG Bersubsidi memapar pandangannya tentang persoalan besar Sekolah Menengah kejuruan (SMK) adalah ketimpangan guru.

Mantan Dekan FPTK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang juga tercatat sebagai dosen Pendidikan Teknik Mesin dan Pascasarjana UPI mengatakan peningkatan jumlah guru SMK tidak sebanding dengan peningkatan kualitas guru yang kompoten dalam mengajar keahlian.

“Hanya 22 % guru SMK yang berkualifikasi guru mata pelajaran produktif dan 78 % merupakan guru mata pelajaran normatif dan adaptif. Kalau begini keadaan SMK, ini tidak benar. Seharusnya guru produktif lebih banyak di SMK. Saat ini Pemerintah telah mencoba memperbaiki keadaan ini," pungkas Agus Setiawan yang pernah maju jadi calon Rektor UPI Bandung itu (*nok).


Jangan Lewatkan